KALTIMPOST.ID, Siang itu, Sabtu (18/1), suasana di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berubah mencekam. Riak air Sungai Mahakam yang biasanya menenangkan justru menjadi saksi bisu hilangnya seorang bocah berusia 7 tahun, Muhammad Alfa Shaka Sihar. Laporan tenggelamnya Alfa mengguncang warga sekitar, terutama saat waktu pencarian kian berkejaran dengan harapan.
Pukul 14.30 WITA, dari teras rumahnya yang menghadap ke sungai, seorang warga bernama Ripandi dikejutkan oleh pemandangan dua kepala anak kecil yang perlahan menghilang di permukaan air. Kedua anak tersebut, Alfa dan temannya Apif, sebelumnya terlihat bermain di tepi sungai. Tanpa pikir panjang, Ripandi langsung menceburkan diri, berusaha menyelamatkan nyawa keduanya.
"Saya hanya berhasil membawa Apif ke tepi sungai. Tapi, saat saya kembali untuk mencari Alfa, dia sudah tak terlihat lagi," ujar Ripandi dengan nada penuh penyesalan.
Dengan sisa tenaga, Ripandi segera menuju Kantor Desa Sanggulan untuk meminta pertolongan. Tak butuh waktu lama, aparat desa berkoordinasi dengan Polsek Sebulu, Disdamkarmatan Kukar, dan BPBD Kukar untuk memulai operasi pencarian. Tim SAR gabungan bersama warga segera dikerahkan menyisir perairan Sungai Mahakam.
Kapolsek Sebulu, AKP Heru Erkahadi, mengungkapkan bahwa proses pencarian masih terus berlangsung hingga malam tiba. "Kami sudah menyerahkan Apif kepada keluarganya. Namun, hingga saat ini Alfa belum ditemukan," jelas Heru.
Dalam upaya pencarian ini, setiap menit terasa begitu berharga. Warga setempat, relawan, dan aparat tak kenal lelah berjibaku dengan derasnya arus Sungai Mahakam, meski hujan deras yang mengintai bisa kapan saja memperberat usaha mereka. Setiap sudut sungai diperiksa, dengan harapan kecil bahwa Alfa masih bisa ditemukan.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya pencarian terhadap Muhammad Alfa Shaka Sihar masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Disdamkarmatan Kukar, BPBD Kukar, Polsek Sebulu, dan warga setempat. Kondisi perairan Sungai Mahakam yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian, namun seluruh pihak yang terlibat tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban. (qi)
Editor : Muhammad Ridhuan