Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lonjakan Partisipasi Pemilih di Kukar, Ketika Generasi Muda Mengubah Arah Demokrasi

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Minggu, 2 Februari 2025 | 18:41 WIB
Komisioner KPU Kukar Divisi Sosialisasi, SDM, dan Partisipasi Masyarakat, Muchammad Amin. (FOTO: IST)
Komisioner KPU Kukar Divisi Sosialisasi, SDM, dan Partisipasi Masyarakat, Muchammad Amin. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Di tengah berbagai tantangan politik dan ekonomi, generasi muda Kutai Kartanegara (Kukar) justru mencetak sejarah dalam Pilkada Serentak 2024. Tingkat partisipasi pemilih melonjak drastis hingga 70,9 persen.

Angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan Pilkada sebelumnya yang hanya mencapai 56,67 persen. Di balik lonjakan ini, ada peran besar pemilih pemula yang mulai sadar akan pentingnya hak suara mereka.

Namun, meningkatkan kesadaran politik di kalangan generasi muda bukan perkara mudah. Komisioner KPU Kukar Divisi Sosialisasi, SDM, dan Partisipasi Masyarakat, Muchammad Amin, mengungkapkan bahwa pola pikir pemilih pemula masih menjadi tantangan tersendiri. Banyak yang lebih fokus pada pekerjaan dibandingkan datang ke TPS, sementara mereka yang melanjutkan pendidikan tinggi cenderung lebih responsif terhadap ajakan memilih.

“Kami telah mengintensifkan sosialisasi dan pendidikan politik jauh sebelum Pemilu berlangsung, khususnya di kalangan pelajar. Upaya ini dilakukan agar mereka tidak sekadar memahami hak pilih, tetapi juga menyadari perannya dalam menentukan arah pembangunan daerah,” ujar Amin, Jumat (31/1).

Untuk mencapai hasil maksimal, KPU Kukar menerapkan strategi tatap muka yang lebih efektif dalam membangun kesadaran politik di kalangan pemilih pemula. 

Selain itu, pendekatan berbasis komunitas juga mulai diterapkan, menggandeng Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan pemerintah daerah guna menciptakan lingkungan yang lebih mendukung partisipasi demokratis.

Meski begitu, hambatan tetap ada. Minimnya minat kaum muda terhadap peran sebagai penyelenggara pemilu menjadi salah satu kendala yang dihadapi KPU Kukar. Pendapatan yang tidak sebanding dengan pekerjaan di sektor lain membuat rekrutmen Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan dan desa semakin sulit.

“Sama halnya dengan pemilih yang enggan datang ke TPS karena lebih memilih bekerja, kendala ini juga menjadi bagian dari evaluasi kami ke depan,” tutur Amin.

Lonjakan angka partisipasi pemilih kali ini bukan sekadar statistik, tetapi juga refleksi dari perubahan kesadaran politik masyarakat Kukar, khususnya generasi muda. 

Dengan berbagai evaluasi dan inovasi dalam strategi sosialisasi, KPU Kukar optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, menjadikan demokrasi lebih inklusif dan bermakna bagi semua lapisan masyarakat. 

Editor : Uways Alqadrie
#pilkada serentak #KPU Kukar #pemkab kukar