Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Lima Poin Hasil Uji Laboratorium Limbah PHSS dari Unmul terkait Matinya Kerang Dara di Muara Badak Kukar

Edwin Agustyan • Senin, 28 April 2025 | 18:58 WIB
Area drilling
Area drilling

KALTIMPOST.ID-Hasil uji laboratorium sampel limbah PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda telah rampung. Terdapat lima poin kesimpulan dari hasil investigasi FPIK Unmul.

Pertama, hasil analisis indeks saprobik (sampel plankton) menunjukkan setelah kematian massal kerang karena terjadi peningkatan bahan organik di perairan sekitar lokasi budidaya pada kondisi tercemar ringan sampai cukup berat.

Kedua, hasil pengamatan dan analisis jaringan (histopatologis) sampel kerang darah yang diambil dari seluruh lokasi budidaya (termasuk area budidaya Kontrol di Tani Baru), menunjukkan kerusakan jaringan, kerusakan jaringan terberat terjadi pada lokasi budidaya yang berada dekat dengan K2 (K7 & K8).

Ketiga, lokasi budidaya kerang terletak pada perairan semi tertutup. Sehingga bisa menyebabkan efek domino akibat kurangnya penggantian sirkulasi air (sebagai syarat budidaya kerang yang baik).

Selain itu, pelacakan polutan menggunakan isotop stabil δ 13C dari sampel sedimen masih berupa baseline signature/karakteristik karbon lokasi pengambilan sampel. Sehingga sulit ditentukan adanya pengaruh dari kolam pengendapan limbah (K1).

Terakhir, diduga adanya konektivitas antara wellpad (K2) dengan perairan sekitar (K3 dsb), dapat berpengaruh terhadap penurunan kualitas air di lokasi budidaya terdekat, diindikasi dari konsentrasi COD yang tinggi pada area wellpad, nilai itu mengindikasikan adanya bahan kimia.

Diketahui, pengambilan sampel dilakukan pada 23-25 Januari 2025. Sampel air plankton diambil dari sekitar lokasi pengambilan sampel material/sedimen sebanyak 15 titik.

Akademisi Fakultas Kehutanan Unmul Esti Handayani, menyebut bahwa dari hasil uji lab itu memang terjadi pencemaran. “Ada pencemaran bahan organik tinggi,” katanya.

Diwawancarai terpisah, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia Dony Indrawan mengatakan, pihaknya menghargai dan mendukung langkah-langkah yang diambil Pemkab Kutai Kartanegara dalam menanggapi laporan yang disampaikan oleh masyarakat terkait kejadian gagal panen kerang dara di Muara Badak.

Berdasarkan tinjauan atas dokumen hasil investigasi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman yang meliputi hasil analisis lingkungan (indeks saprobik), hasil pengamatan dan analisis jaringan (histopatologis), serta analisis pelacakan polutan menggunakan isotop stabil δ13C, PT PHSS berpendapat bahwa dokumen hasil investigasi FPIK Unmul tersebut tidak konklusif.

“Maka, perusahaan menilai bahwa kegiatan pengeboran sumur PHSS tidak terbukti memiliki hubungan dengan kejadian gagal panen kerang darah tersebut,” katanya.

Perusahaan, kata Dony, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak berwenang lainnya untuk memastikan objektivitas dalam penanganan kejadian ini.

“Perusahaan berharap semua pihak dapat menghormati proses yang masih berjalan dan tetap menjaga suasana yang kondusif untuk tercapainya penyelesaian yang terbaik,” ujarnya. (rd)

Editor : Romdani.
#kutai kartanegara #kerang dara #Kutai Barat #PHSS vs nelayan Muara Badak #video viral