KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Setelah melewati dua kali pemungutan suara dan satu putaran pemungutan suara ulang (PSU), Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya menetapkan pasangan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025–2030.
Rapat paripurna DPRD Kukar pada Rabu (14/5/2025) menjadi penanda sahnya mandat rakyat setelah perjalanan politik yang panjang dan melelahkan.
Namun penetapan ini bukan akhir. Proses pelantikan masih harus menempuh jalur administratif, dimulai dari pengusulan nama ke Gubernur Kalimantan Timur, sebelum ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Setelah paripurna ini, tahapannya adalah mengusulkan ke Gubernur. Dari situ, Gubernur akan menetapkan waktu pelantikan melalui Kemendagri,” jelas Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono.
Meski belum ada tanggal pasti, Sunggono berharap proses berjalan lancar dan tanpa hambatan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan tahapan Pilkada, termasuk pengamanan dan dukungan logistik hingga seluruh rangkaian PSU terlaksana kondusif.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten, kami menyampaikan selamat kepada bupati dan wakil bupati terpilih. Mudah-mudahan pelantikan dapat segera dilaksanakan agar mereka bisa langsung bekerja demi kemajuan Kukar ke depan,” ucapnya.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi titik krusial dalam transisi kekuasaan—dari kepemimpinan Edi Damansyah-Rendi Solihin yang mencatat tingkat kepuasan publik di atas 80 persen, menuju babak baru pemerintahan hasil Pilkada paling kompleks sepanjang sejarah Kukar.
Aulia, dalam pidato usai penetapan, menyebut Pilkada kali ini sebagai momen politik yang sarat makna. “Ini bersejarah. Baru kali ini Kukar mengalami dua kali pemungutan suara dan PSU. Kami bangga bisa menjadi bagian dari sejarah ini,” kata dia.
“Kami tidak melihat Pilkada sebagai ajang perebutan kekuasaan, tapi sebagai ekspresi hak politik rakyat. Sekarang saatnya merangkul semua pihak untuk membangun Kukar tanpa sekat,” sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan Rendi bukan hanya pemenang kontestasi, melainkan penerima mandat rakyat. “Kami akan merawat Kukar sebagai rumah bersama, tanpa sekat, tanpa kubu,” ucap Aulia.
Aulia turut menyampaikan rasa hormat kepada kepemimpinan Edi Damansyah dan meminta bimbingan dari Sultan Kutai Kartanegara dalam menjaga harmoni budaya dan politik yang selama ini menjadi identitas daerah.
Aulia mengakui capaian pemerintahan sebelumnya sebagai fondasi penting. Ia berharap bisa melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan dengan semangat kolaboratif.
Plt Ketua DPRD Kukar, Junaidi, dalam sambutannya menyerukan dukungan lintas elemen terhadap program-program kepala daerah terpilih. “Visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih harus dikawal bersama agar betul-betul terwujud demi kesejahteraan rakyat Kukar,” tuturnya.
Penetapan pasangan Aulia–Rendi bukan hanya penutup dari tahapan Pilkada yang panjang, tetapi juga gerbang awal menuju babak baru kepemimpinan di Kutai Kartanegara. Kini, seluruh mata tertuju pada proses pelantikan yang akan menjadi langkah sah mereka mengemban amanah lima tahun ke depan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo