TENGGARONG – Pemimpin baru, masalah lama. Tapi hanya butuh beberapa hari bagi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, menunjukkan bahwa masa jabatan 2025–2030 tak akan dimulai dengan lamban. Sejak resmi dilantik pada 23 Juni 2025, ia langsung bergerak cepat memastikan program-program prioritas—terutama yang menyentuh kebutuhan dasar warga Kukar—segera berjalan.
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, digelar di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin, 23 Juni 2025. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, memimpin pelantikan itu. Usai dilantik, Aulia menyampaikan komitmennya untuk langsung bekerja tanpa jeda.
“Langsung kita gas kerja apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata Aulia. Ia menjelaskan bahwa Kukar Idaman Terbaik bukanlah konsep baru, melainkan penyempurnaan dari visi sebelumnya, Kukar Idaman. “Tidak ada proses transisi karena tidak ada yang bertolak belakang,” tambahnya.
Beberapa jam setelah pelantikan, Aulia dan Rendi terbang ke Sumedang, Jawa Barat. Mereka mengikuti program retret kepala daerah yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri di Kampus IPDN Jatinangor. Orientasi ini berlangsung empat hari, berisi pembekalan kepemimpinan serta penguatan etika dan integritas dalam pelayanan publik. Pada 26 Juni, Aulia dan Rendi menerima sertifikat serta lencana Asta Brata dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.
Kembali ke Kukar, mereka langsung menyambung agenda kerja. Pagi Senin, 30 Juni, Aulia dan Rendi mengikuti Safari Subuh di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong. Di hari yang sama, serah terima memori jabatan dari Bupati sebelumnya, Edi Damansyah, dilakukan secara terbuka di halaman masjid yang sama. Siangnya, Aulia menyampaikan pidato perdananya di rapat paripurna DPRD Kukar, memaparkan visi-misi lima tahun ke depan.
Malamnya, ribuan warga memadati Taman Kota Raja Tenggarong dalam malam syukuran rakyat. Namun euforia tak membuat Aulia kehilangan fokus. Esok harinya, ia langsung meninjau progres pembangunan Pasar Tangga Arung. Ia juga memeriksa rencana pembangunan bioskop yang akan terintegrasi dengan kawasan ekonomi kreatif dan pujasera di sekitar Menara Tuah Himba.
Pada 2 Juli, Bupati membuka Bursa Kerja 2025, mempertemukan 675 pencari kerja dengan 28 perusahaan. Dalam sambutannya, Aulia menegaskan bahwa ketenagakerjaan merupakan salah satu persoalan krusial yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Job fair ini, menurutnya, adalah bentuk konkret implementasi program “Kukar Siap Kerja” dalam kerangka besar Kukar Idaman Terbaik.
“Untuk mengatasi permasalahan seperti ini, maka diperlukan usaha yang konkrit. Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan adalah melalui usaha mempercepat pertemuan antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia, sehingga terjadi penempatan kerja, yaitu melalui kegiatan Job Fair/Bursa Kerja,” ujarnya.
Di hari yang sama, setelah turut serta meninjau jalannya job fair, Wakil Bupati Rendi Solihin menjalankan agenda kunjungan kerja ke Kecamatan Sangasanga. Ia memantau langsung kondisi infrastruktur di wilayah tersebut, dimulai dari SD Negeri 015 Sangasanga yang kondisinya masih memprihatinkan.
Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan kepada anak-anak yatim dan kurang mampu di Kantor Kelurahan Pendingin. Peninjauan berlanjut ke titik jalan longsor di Kelurahan Pendingin, yang ditindaklanjuti dengan diskusi bersama perusahaan yang bertanggung jawab terhadap perbaikannya. Rendi menutup kunjungan di Sangasanga dengan meninjau progres pembangunan patung Bung Karno dan menyampaikan keinginannya agar kawasan tersebut dapat digunakan untuk upacara Hari Pahlawan pada 10 November 2025.
Masih di hari yang sama, Rendi melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Muara Jawa. Ia memulai dari pengecekan jalan agregat di Kelurahan Tama Pole, kemudian meninjau Masjid Besar Darussalam yang progres pembangunannya telah mencapai 75 persen. Masjid ini dibangun dalam dua tahap dengan alokasi anggaran lebih dari Rp13 miliar. Rendi meminta percepatan penyelesaian agar masjid dapat rampung sebelum November 2025.
Sementara itu, Aulia melanjutkan agenda kerjanya di wilayah perkotaan. Setelah membuka Job Fair di Gedung Bela Diri Kompleks Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, ia turun langsung ke lokasi longsor di Kelurahan Melayu, Tenggarong. Ia melihat kondisi rumah warga yang rusak berat di RT 35. Di sana, ia memastikan lahan relokasi disiapkan di lahan seluas 1,3 hektare di area belakang RSUD AM Parikesit yang diperuntukkan bagi warga di sepanjang sungai Desa Teluk Dalam, Tenggarong Seberang.
“Jika memungkinkan, warga ini akan di relokasi ke sana. Tapi saya juga sudah minta Dinas PU, Perkim serta Dinas Pertanahan untuk menyiapkan alternatif lahan tambahan. Kami ingin membangun rumah yang layak dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Keesokan harinya, 3 Juli, Aulia menyambangi Desa Sebelimbingan. Ia meninjau langsung pembangunan jalan poros penghubung tiga kecamatan di hulu Mahakam: Kota Bangun, Kenohan, dan Kembang Janggut. Proyek ini ditargetkan tuntas pada tahun pertama masa jabatannya. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian perjalanannya untuk menerima kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol, di dermaga Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, di hari yang sama.
Selepas menerima kunjungan menteri, malam harinya Aulia menghadiri agenda silaturahmi masyarakat di Kecamatan Kembang Janggut. Keesokan paginya, 4 Juli, ia melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Kembang Janggut. Di sana, Aulia memastikan dua program utama Kukar Idaman Terbaik berjalan sesuai rencana: layanan berobat cukup dengan KTP dan penyediaan makanan bergizi gratis untuk balita serta lansia.
“Hari ini kami meninjau langsung proses pelayanan. Kami berbicara langsung dengan pasien, dan mereka sudah bisa berobat cukup dengan menunjukkan KTP,” katanya. “Kami juga memantau pemberian makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, sebagai bagian dari komitmen layanan dasar.”
Dua pekan setelah pelantikan, Aulia-Rendi telah menyentuh berbagai aspek: dari pendidikan, ketenagakerjaan, infrastruktur, hingga kesehatan. Fakta-fakta ini memperlihatkan bahwa janji kampanye mulai diterjemahkan ke dalam kerja nyata. Dengan pendekatan langsung ke lapangan, pemerintahannya tampak ingin menghapus jarak antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat. (qi/adv/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan