JAKARTA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meraih Baznas Award 2025 untuk kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan diserahkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Prof KH Noor Ahmad kepada Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat.
Acara tersebut berlangsung di Hotel Mercure Jakarta pada Kamis (28/8/2025). Ditemui usai acara tersebut Akhmad Taufik Hidayat didampingi Ketua Baznas Kukar M Shafik Avicenna mengatakan, penghargaan diberikan Baznas kepada 906 penggerak zakat. Baik tingkat lembaga maupun perorangan yang dinilai berkontribusi besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Penyerahan Baznas Awards 2025 ini juga merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas RI 2025 di Jakarta. Penghargaan yang diterima ini tidak terlepas dukungan kepala daerah dalam pembuatan regulasi daerah. “Yaitu Perda Kukar Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Zakat Pada Badan Amil Zakat Nasional Daerah dan Bantuan Dana Hibah untuk Pembangunan Gedung Kantor dan Operasional Kegiatan sejak tahun 2022,” jelas Akhmad Taufik Hidayat.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Prof KH Noor Achmad saat membuka acara tersebut mengapresiasi seluruh penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa kontribusi yang diberikan para penggerak zakat merupakan bagian penting dari dakwah yang membawa manfaat luas bagi umat.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh mitra, para pimpinan Baznas se-Indonesia atas apa yang Bapak Ibu lakukan selama ini. Apa yang sudah kita lakukan ini menjadi bagian penting dari dakwah zakat yang luar biasa,” ujar Kiai Noor.
Penyelenggaraan Baznas Awards 2025 dilakukan secara besar-besaran untuk memberikan apresiasi yang layak bagi para penggerak zakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan di berbagai daerah.
“Kita sengaja melakukan Baznas Awards dengan besar-besaran. Kita sengaja memberikan penghargaan kepada mitra-mitra kita dan juga Baznas di daerah. Penghargaan ini diberikan berdasarkan kontribusi nyata, bukan karena faktor lain,” ujarnya.
Ia menolak anggapan bahwa Baznas memberikan penghargaan secara murah tanpa pertimbangan yang matang. “Sekali lagi saya ulang, apakah Baznas menjual murah penghargaan ini? Sama sekali tidak, karena kontribusi Baznas daerah, perjuangan dari saudara-saudara semuanya itu patut dicatat dan dihargai,” tegasnya.
Setiap penerima dinilai berdasarkan kiprah, dedikasi, serta dampak nyata yang telah mereka berikan kepada masyarakat. Selain kepada Baznas daerah, penghargaan juga diberikan kepada kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah yang dinilai konsisten mendukung program zakat.
“Ini bukan karena kita memberikan penghargaan secara murah, tetapi karena kementerian dan lembaga saat ini begitu banyak yang mendukung Baznas. Baik di pusat maupun di daerah. Demikian juga para gubernur dan bupati yang mendukung Baznas di daerah, mereka layak diapresiasi,” terangnya.
Baznas Awards 2025 juga menyentuh ranah internasional. Sejumlah lembaga amil zakat di luar negeri, termasuk yang berada di Mesir dan Yordania, turut menerima penghargaan karena kontribusinya yang luar biasa dalam mendukung gerakan zakat.
Ia juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh media yang telah menyebarkan dakwah zakat kepada masyarakat. Adapun beberapa kategori penghargaan yang disematkan dalam Baznas Awards 2025, antara lain mencakup program-program terbaik yang dijalankan di daerah, program-program terbaik LAZ dalam berkontribusi terhadap Baznas RI, media terbaik, special awards, kepala daerah pendukung gerakan zakat Indonesia, life time achievement zakat Indonesia, hingga mitra terbaik. (prokom03/kri)
Editor : Sukri Sikki