Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu Membangun Destinasi Wisata di Sungai Matang

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Jumat, 5 September 2025 | 17:55 WIB

 

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra.   
Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra.  

TENGGARONG – Di tepian Sungai Matang, Desa Muara Kaman Ulu sedang dimulaai mimpi besar. Yaitu usaha menghadirkan pelantar wisata berbahan kayu ulin yang digadang menjadi ikon baru desa. Di balik rencana ini, tersimpan tekad pemerintah desa untuk membuka akses ruang publik sekaligus menggerakkan ekonomi warga meski dengan keterbatasan anggaran.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra menjelaskan pembangunan pelantar tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap menggunakan Dana Desa (DD). Dengan alokasi tahunan yang terbatas, proyek ini dipastikan berjalan berkesinambungan, walau memerlukan kesabaran panjang. “Prinsipnya kita kerjakan terus, meskipun sedikit demi sedikit. Jadi berkelanjutan, tidak sekaligus selesai,” katanya.

Konsep pelantar ini diilhami Taman Tanjung Tenggarong, tetapi dikembangkan dengan sentuhan khas Sungai Mahakam. Kayu ulin dipilih bukan hanya karena kekuatan dan ketahanannya terhadap air, tetapi juga nilai estetika yang selaras dengan lanskap tepian sungai. “Modelnya mirip di Timbau, Taman Tanjung, tapi kita pakai ulin,” jelas Hendra.

Namun, biaya keseluruhan pembangunan tidak kecil. Untuk menyelesaikan pelantar secara utuh, pemerintah desa memperkirakan kebutuhan dana mencapai Rp2–3 miliar. Sementara itu, DD yang diterima setiap tahun hanya berkisar Rp 75 juta hingga Rp100 juta, dan itu pun harus dibagi dengan sektor lain.

Menyadari keterbatasan fiskal, Pemdes Muara Kaman Ulu merancang strategi kolaborasi. Perusahaan-perusahaan di sekitar kawasan akan diajak melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Dukungan tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak berhenti di tengah jalan. “Kalau ada tambahan anggaran dari perusahaan, tentu lebih cepat terealisasi,” ujar Hendra.

Lokasi pelantar menyimpan keunggulan alami. Dari sisi barat Sungai Matang, pengunjung bisa menikmati panorama matahari terbit yang jarang ditemukan di kawasan lain. Pemdes berkeyakinan, jika penataan dilakukan dengan baik, destinasi ini berpotensi menjadi magnet wisata baru desa. “Pemandangannya bagus sekali. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi daya tarik utama,” tutur Hendra.

Pembangunan pelantar juga tidak hanya dimaksudkan sebagai ruang publik. Pemdes menyiapkan konsep terpadu dengan kios UMKM, kuliner khas, hingga spot foto. Dengan begitu, kawasan ini bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga wadah perputaran ekonomi masyarakat lokal.

“Kalau sudah jadi, kios UMKM bisa kita siapkan. Jadi bukan sekadar tempat wisata, tapi wadah ekonomi warga,” tegasnya.

Untuk tahun depan, Pemdes menargetkan tambahan minimal Rp 100 juta dari DD guna melanjutkan pembangunan. Namun, Hendra mengakui konsistensi dan dukungan swasta tetap menjadi kunci agar proyek tidak tersendat.

“Sedikit demi sedikit kita bangun selama kita konsisten, dan mudah-mudahan tahun depan dapat tambahan anggaran serta dukungan swasta,” pungkasnya. (qi/kri)

Editor : Sukri Sikki
#destinasi wisata #Muara Kaman #kayu ulin