Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Villa Kaning Park Kembali Hidup, Pelan-pelan Bangkit Jadi Penggerak Ekonomi dan Pangan Masyarakat

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Sabtu, 29 November 2025 | 19:56 WIB

 

LAPANGAN UTAMA: Pengunjung mulai memenuhi area lapangan utama Villa Kaning Park. Lampu gantung, deretan kios UMKM, dan kursi batang kayu menjadi elemen visual khas kawasan wisata yang kembali beropera
LAPANGAN UTAMA: Pengunjung mulai memenuhi area lapangan utama Villa Kaning Park. Lampu gantung, deretan kios UMKM, dan kursi batang kayu menjadi elemen visual khas kawasan wisata yang kembali beropera

 

 

 

TENGGARONG - Senja turun pelan di sebuah kawasan perbukitan di Kelurahan Maluhu, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Langit masih menyimpan sedikit jingga, tetapi lampu-lampu gantung sudah lebih dulu memonopoli cahaya.

Garis kuning merentang dari tiang ke tiang, jatuh lembut ke tanah lataran yang baru dibersihkan dan dirapikan. Kursi-kursi kayu dari potongan batang bulat tersebar tidak simetris. Jejak sepatu dan roda gerobak masih terlihat di tanah, tanda bahwa tempat ini baru kembali dilalui banyak orang. Kawasan itu bernama Sasana Villa Kaning Park.

Kawasan ini merupakan ruang wisata yang dibangun kembali dari lahan lama, menggabungkan agrowisata, rekreasi keluarga, dan area UMKM yang tumbuh bersama warga. Di kiri dan kanan lapangan utama, kios UMKM berjajar memanjang.

Atap rumbia menaungi pedagang yang sibuk menyusun gelas plastik, mencampur minuman manis, dan menepuk-nepuk kertas pembungkus makanan. Asap dari wajan gorengan naik seperti kabut tipis, memendar saat terkena cahaya lampu. Aroma makanan bercampur dengan tawa anak-anak yang berlari mengitari jalur pejalan, menyusuri lampu seperti serangga kecil mengikuti cahaya.

Beberapa meter dari pusat keramaian, sebuah kotak reflektif menjadi penarik perhatian. Dindingnya memantulkan gerak tubuh siapa pun yang masuk. Bola-bola disko menggantung rendah, mengubah cahaya menjadi serpihan kecil di kulit dan pakaian pengunjung. Pengunjung bergiliran masuk, membawa tawa ke dalam ruang kecil itu, lalu keluar lagi dengan satu atau dua foto baru. Fasilitas sederhana seperti ini menjadi tanda bahwa tempat ini bukan hanya lahan terbuka, tetapi ruang sosial baru yang mencari bentuk.

PENUH AKTIVITAS: Lapangan utama Villa Kaning Park dipenuhi cahaya lampu dan aktivitas warga. UMKM berjejer, anak-anak berlarian, sementara area panggung dan ruang publik mulai dimanfaatkan kembali.
PENUH AKTIVITAS: Lapangan utama Villa Kaning Park dipenuhi cahaya lampu dan aktivitas warga. UMKM berjejer, anak-anak berlarian, sementara area panggung dan ruang publik mulai dimanfaatkan kembali.

Malam turun semakin pekat. Dari sudut lebih tinggi, kawasan terlihat seperti lingkar cahaya: kios memanjang seperti deretan bintang, panggung menjadi pusat orbit, kursi hijau tersusun menghadap layar dan speaker. Balon karakter bergoyang pelan ditiup angin Tenggarong yang lembap. Musik belum sepenuhnya menggelegar, tetapi ritmenya sudah terasa di udara.

Di titik lain, konteks sejarah lokasi ini ikut menyelinap ke suasana. Lahan yang kini hidup kembali dulunya adalah tempat kesayangan almarhum Bupati Kukar, Syaukani Hasan Rais, Pak Kaning. Setelah beliau wafat, area ini terbengkalai dan rusak akibat penjarahan. Tanah yang dulu hijau perlahan menjadi kosong.

Bertahun tanpa aktivitas, hingga ahli waris, Rita Widyasari, memberikan mandat baru untuk membangunkannya kembali. Apa yang terlihat malam itu adalah bagian dari proses panjang itu. Sesuatu yang sempat hilang, kini dipasang ulang.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, berdiri di antara warga saat pembukaan berlangsung, Jumat (28/11). Ia menyebutkan bahwa pembukaan kembali bukan sekadar acara seremonial. “Sore ini kita awali dengan jalan santai dan zumba. Banyak doorprize juga disiapkan panitia dan manajemen, ini awal yang bagus,” ucapnya. Ia menyaksikan sendiri UMKM yang ramai. Harga makanan dibatasi maksimal Rp20 ribu agar warga tetap bisa menikmati.

SUASANA SENJA: Pengunjung menikmati suasana senja di Villa Kaning Park, Tenggarong. Deretan UMKM lokal, instalasi foto, dan area duduk berbahan kayu menandai kebangkitan kawasan wisata.
SUASANA SENJA: Pengunjung menikmati suasana senja di Villa Kaning Park, Tenggarong. Deretan UMKM lokal, instalasi foto, dan area duduk berbahan kayu menandai kebangkitan kawasan wisata.

Bukan hanya wisata. Kawasan ini kembali menggerakkan ekonomi dan pangan. Persawahan mulai diolah lagi oleh warga. Perikanan sudah dua kali panen. Kandang ayam hampir selesai dibangun oleh kelompok masyarakat. “Persawahan itu yang mengolah warga. Pengelola menyiapkan lahannya, warga yang bekerja. Kandang ayam juga kelompok warga, begitu juga ikan,” ujar Tri Joko. Ia menekankan bahwa ini bukan rencana, tetapi kegiatan yang sudah berjalan.

Sasana Villa Kaning Park berdiri di area sekitar 40 sampai 50 hektare. Agrowisata menjadi salah satu pilar utama: kebun anggur, kebun alpukat, serta lahan padi menjadi lanskap yang menyatu dengan aktivitas wisata.

Di sisi lain, tiga cottage telah direnovasi dan siap digunakan untuk kegiatan pertemuan dan acara keluarga. Aula serbaguna berdiri di tengah area terbuka, memberi alternatif untuk perkawinan luar ruangan. Ada pula fasilitas hiburan keluarga: kolam pemancingan, arena bermain anak, jalur sepeda, offroad, memanah, dan program event bulanan.

Ke depan, pengelola menyiapkan museum kecil dengan peninggalan Pak Kaning, serta rencana revitalisasi helipad dan kandang kuda. Jumlah UMKM yang beroperasi saat ini sekitar 30, tetapi targetnya naik hingga 600 tenant pada 2026. Ruang publik juga akan diperluas hingga 20 hektare tambahan, memberi tempat lebih luas bagi pedagang, komunitas seni, dan pengunjung dari luar daerah.

Malam pembukaan menjadi bingkai dari perubahan di lapangan. Sesi sore gratis, sesi malam berbayar Rp25 ribu. Forkopimda Kaltim dan Kukar hadir dalam seremoni. Musik akustik dari Suryakustik mengisi udara. Lalu DJ G-Star, DJ Pehol, dan Greg Sapodarja mengambil alih panggung sampai langit benar-benar gelap.

Ruang ini hidup. Terbentuk dari sejarah, terisi oleh warga, diterangi lampu-lampu gantung yang merayap sampai bukit. Sasana Villa Kaning Park pernah diam, lalu diperbaiki pelan-pelan, hingga kembali terpakai oleh banyak orang pada sebuah malam seperti ini dan yang akan datang. (qi/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#Villa Kaning Park #wisata #Kelurahan Maluhu #umkm