JAKARTA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyampaikan Ekspose Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar. Acara tersebut bertempat di Ruang Mawar Gedung 1 Lantai 1 Kantor Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Jakarta Timur, Kamis (4/11/2025).
Kehadiran Pemkab Kukar diterima langsung oleh Wakil Ketua BKN Haryomo Dwi Putranto, didampingi Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru Bajoe Loedi Hargono, Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN Dr Samsul Hidayat, serta jajaran direktur lainnya.
Dari Pemkab Kukar turut hadir Sekretaris Daerah Sunggono, Kepala BKPSDM Rakhmadi, Sekretaris BKPSDM Rokip, serta sejumlah kepala bidang. Dalam pemaparannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa pelaksanaan manajemen talenta ASN Kukar sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo.
Yakni Visi Bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045, serta amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Digitalisasi manajemen ASN, termasuk transformasi komponen manajemen, menjadi bagian penting dari penerapan sistem merit untuk menciptakan ASN yang profesional, berintegritas, dan berkompetensi tinggi.
Bupati juga melaporkan kondisi ASN Kukar dengan jumlah penduduk 813.926 jiwa dan ASN sebanyak 17.553 orang (rasio 2,16%). Tercatat 59 OPD dengan rasio belanja pegawai tahun 2025 sebesar 24%, serta sekitar 600 pegawai pensiun per tahun.
Berdasarkan pemetaan aplikasi SIMATA BKN, terdapat kekosongan jabatan di eselon II, III, dan IV yang saat ini dalam proses uji kompetensi dan evaluasi kinerja. Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen melaksanakan manajemen talenta menuju sistem merit yang berfokus pada kualifikasi, kompetensi, potensi, dan kinerja secara adil.
“Kami berharap dukungan dan arahan dari BKN untuk meningkatkan kualitas implementasi manajemen talenta di Kukar menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Aulia.
Sementara itu, Wakil Ketua BKN Haryomo Dwi Putranto mengapresiasi langkah Pemkab Kukar. Ia menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan instrumen strategis dalam mempercepat reformasi birokrasi.
“Manajemen talenta ini bukan tujuan, tetapi alat untuk menempatkan ASN yang tepat pada posisi yang tepat. Dengan sistem digital, pengisian jabatan kini bisa diselesaikan dalam dua hingga tiga bulan, jauh lebih cepat dan transparan,” jelas Haryomo.
Ia menambahkan, penerapan sistem ini akan mempercepat mobilitas talenta ASN antar daerah serta memperkuat kapasitas birokrasi di seluruh Indonesia.
“ASN adalah wajah birokrasi kita. Jika pimpinan ingin daerahnya maju, ASN harus ditempatkan sesuai kompetensi dan potensi. Dengan manajemen talenta, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tegasnya. (prokom03)
Editor : Sukri Sikki