Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pihak Terkait Periksa Lokasi Insiden Rumah dan Keramba Dihantam Tongkang di Loa Kulu:Perusahaan Bersedia Bertanggung Jawab

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Selasa, 6 Januari 2026 | 18:22 WIB

 

Polisi bersama perwakilan perusahaan dan warga sepakat melakukan pengecekan langsung kerusakan keramba ikan di bantaran Sungai Mahakam, Desa Loa Kulu Kota, Kukar.       
Polisi bersama perwakilan perusahaan dan warga sepakat melakukan pengecekan langsung kerusakan keramba ikan di bantaran Sungai Mahakam, Desa Loa Kulu Kota, Kukar.    

TENGGARONG - Sebuah kapal tongkang bermuatan batu bara menabrak rumah dan keramba milik warga di perairan Sungai Mahakam. Tepatnya di RT 012 Dusun Berhala, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar.

Insiden yang terjadi pada malam hari itu melibatkan Tongkang RMN 381 yang ditarik oleh TB KSA 52 milik PT Kartika Samudra Adijaya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan air tersebut berdampak langsung pada warga bantaran sungai.

Sejumlah keramba dilaporkan rusak dan hanyut, pakan serta bibit ikan hilang, dan satu rumah warga mengalami kerusakan. Aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada budidaya ikan pun terganggu.

Sebagai tindak lanjut, kepolisian bersama pemerintah desa memfasilitasi mediasi dan pengecekan lapangan pada Senin (5/1/2026) di kediaman salah satu pemilik keramba. Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menyatakan peristiwa tersebut dikategorikan sebagai laka air atau musibah, dengan penanganan sejak awal dilakukan secara terpadu oleh Polairud Polres Kukar dan Polsek Loa Kulu.

“Pemeriksaan terhadap nakjoda dan awak kapal sudah dilakukan, sementara pendataan awal terhadap rumah dan keramba warga terdampak telah kami lakukan dan akan diverifikasi melalui pengecekan lapangan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga memastikan kapal yang terlibat tidak diizinkan bergerak. Koordinasi telah dilakukan dengan KSOP agar tongkang tetap ditahan hingga seluruh proses penanganan dan penyelesaian rampung.

Dari keterangan awal, kapal disebut melakukan manuver untuk menghindari kapal pengangkut solar yang melintas di jalur sungai. Namun, kondisi arus Sungai Mahakam yang cukup deras serta kejadian yang berlangsung menjelang malam membuat pengendalian di lapangan menjadi terbatas.

Aparat baru dapat melakukan survei menyeluruh pada pagi hari berikutnya. Perwakilan PT Kartika Samudra Adijaya menyatakan, kesediaan perusahaan untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami warga. Pendataan keramba dan rumah terdampak akan dilakukan bersama aparat dan pemerintah desa, serta dilengkapi dengan survei dari pihak asuransi sesuai prosedur perusahaan.

Sementara itu, perwakilan pemilik keramba berharap adanya kejelasan dan transparansi dalam mekanisme ganti rugi, termasuk perhitungan pakan, jenis pakan, serta jumlah bibit ikan yang rusak atau hilang. Warga juga meminta pengawalan dari kepolisian agar proses penyelesaian berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan lanjutan.

Kanit Gakkum Polair Polres Kutai Kartanegara Iptu Agus Fahrur Rozi menambahkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di perairan Sungai Mahakam wilayah Loa Kulu. Kondisi lalu lintas sungai yang padat dan arus deras menjadi faktor yang kerap menyulitkan pengendalian pelayaran, terutama pada malam hari. (*)

Editor : Sukri Sikki
#tongkang batu bara #warga #Loa Kulu #polisi