KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Loa Lepu, Kutai Kartanegara, terus memperluas lini usaha agar tetap eksis dan berdaya saing. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan PT Hambalang Kertajaya.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin, 19 Januari 2026. Kerja sama ini mengusung sistem distribusi barang dengan risiko minimal bagi koperasi.
Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, mengatakan fokus awal kemitraan adalah pengadaan alat tulis kantor (ATK). Ke depan, cakupan kerja sama akan diperluas ke berbagai kebutuhan lainnya.
Baca Juga: NJOP Tanah Melonjak hingga 10 Kali, Pengembang Properti Kaltim Minta Jalan Tengah
“Mulai dari sembako, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PT Hambalang Kertajaya dipilih karena menawarkan skema bisnis yang dinilai sangat menguntungkan koperasi. Salah satunya, barang disuplai tanpa kewajiban pembayaran di muka.
“Pembayaran baru dilakukan setelah barang dibeli konsumen atau terserap pasar,” tuturnya.
Baca Juga: Pergub Bankeu Desa Disorot, DPRD Kaltim Nilai Ambang Proyek Terlalu Tinggi
Dengan skema tersebut, KDMP Loa Lepu diharapkan mampu berkembang menjadi distributor utama bagi koperasi desa lain di Kalimantan Timur. Bahkan, target pasar diarahkan hingga pengadaan barang di lingkungan pemerintahan.
Dalam waktu dekat, Sumali berencana bertemu dengan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri. Ia berharap kebutuhan ATK dan pengadaan barang pemerintah daerah dapat disalurkan melalui KDMP Loa Lepu.
Sementara itu, Kepala Biro PT Hambalang Kertajaya, Bambang Sukoco, menyebut model kerja sama ini sebelumnya telah diterapkan di sejumlah daerah, seperti Bogor dan Jepara.
Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil Gelar Aksi Solidaritas Usai Sidang Molotov di PN Samarinda
“Untuk Kalimantan Timur, KDMP Loa Lepu menjadi yang pertama,” katanya.
Manajer Area Kalimantan Timur PT Hambalang Kertajaya, Andi Iskandar, menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya akan menyuplai ATK. Ke depan, kerja sama juga dapat diperluas ke penyediaan seragam sekolah.
“Kami ingin ikut berkontribusi mendukung ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil Gelar Aksi Solidaritas Usai Sidang Molotov di PN Samarinda
Saat ini, gerai fisik KDMP Loa Lepu tengah dibangun di atas lahan milik pemerintah desa. Bangunan berstandar nasional berukuran 20x30 meter itu ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026.
Gerai tersebut akan mengusung konsep retail modern seperti minimarket, namun dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat desa.
Andi menegaskan, keberadaan koperasi ini tidak akan mematikan usaha kecil di sekitar. Justru sebaliknya, koperasi akan berperan sebagai distributor bagi warung-warung kelontong milik warga.
Baca Juga: Tambah Kekuatan Lini Serang, Borneo Rekrut Khanafi dari Persik
Dengan sistem tersebut, pelaku usaha kecil bisa mendapatkan harga distributor yang lebih rendah, sehingga persaingan tetap berjalan sehat.
Hingga kini, KDMP Loa Lepu tercatat memiliki sekitar 200 anggota aktif. Koperasi juga tengah memetakan kebutuhan masyarakat berdasarkan klaster usaha.
Di antaranya penyediaan pakan bagi petambak ikan keramba serta pupuk untuk petani. Selain itu, Pemerintah Desa Loa Lepu juga menyiapkan MoU lanjutan untuk penyediaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi.
Baca Juga: Real Madrid Bantai Monaco 6-1, Mbappe dan Vinicius Menggila di Bernabeu
Langkah ini dilakukan guna menjamin ketersediaan stok gas bagi masyarakat di wilayah Loa Lepu. (*)
Editor : Ery Supriyadi