KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – PT Inovisi Sukses Mandiri (ISM) secara resmi menghibahkan lahan seluas 110 hektare untuk pembangunan Markas Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Serah terima lahan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang digelar di Ballroom Mandapa I & II Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (14/2).
Penandatanganan BAST dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Inovisi Sukses Mandiri, Yohan Purnama, bersama Komandan Grup 4 Kopassus Brigjen TNI Suharma Zunam.
Acara ini disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, unsur Forkopimda Kukar, serta sejumlah pejabat daerah dan perwakilan instansi terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar Wiyono, Camat Loa Kulu Adriansyah, jajaran organisasi perangkat daerah, Direktur Utama PT Muli Harapan Utama (MHU), aparat Desa Jembayan, perwakilan Kecamatan Loa Kulu, serta tamu undangan lainnya.
Direktur Utama PT ISM Yohan Purnama menjelaskan, lahan yang dihibahkan berlokasi di Dusun Tanjung Laong, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Lahan tersebut memiliki luas sekitar 110 hektare dan disiapkan khusus untuk mendukung pembangunan markas serta fasilitas pendukung Grup 4 Kopassus di wilayah Kalimantan Timur.
Menurut Yohan, hibah lahan ini merupakan bentuk dukungan konkret dunia usaha terhadap program strategis pertahanan negara, sejalan dengan kebijakan penguatan pertahanan di lima pulau besar yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam kebijakan tersebut, Kalimantan ditetapkan sebagai salah satu wilayah penting dengan kehadiran Grup 4 Kopassus.
“Hibah lahan ini bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan wujud kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mendukung tugas-tugas negara, khususnya di bidang pertahanan. Kami melihat pentingnya sinergi antara sektor swasta dan TNI untuk memperkuat ketahanan nasional,” ujar Yohan.
Ia juga menjelaskan bahwa lahan tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan operasional pertambangan dan telah melalui proses reklamasi secara bertahap oleh PT Muli Harapan Utama sebagai pihak pengelola.
Proses reklamasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga lahan kini berada dalam kondisi layak dan siap dimanfaatkan kembali untuk kepentingan strategis negara.
“Kami mengapresiasi upaya reklamasi yang telah dilakukan secara bertanggung jawab. Dengan kondisi lahan yang siap guna, pembangunan markas dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara dalam pesan tertulis yang disampaikan oleh Sekda Kukar Sunggono menyampaikan bahwa hibah lahan ini menjadi pondasi penting bagi stabilitas dan kondusivitas wilayah.
Kehadiran Markas Grup 4 Kopassus dinilai strategis dalam mendukung keamanan daerah sekaligus menciptakan iklim pembangunan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terlaksananya serah terima lahan tersebut. Menurut Sunggono, penyerahan lahan seluas 110 hektare ini tidak hanya bermakna sebagai pemindahan aset, tetapi juga mencerminkan sinergi nyata antara sektor swasta dan institusi pertahanan negara.
“Kolaborasi antara PT ISM dan TNI, khususnya Kopassus, menunjukkan bahwa pembangunan daerah dan kepentingan pertahanan nasional dapat berjalan beriringan. Pemerintah daerah mengapresiasi kontribusi PT ISM yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap kepentingan negara,” ujar Sunggono.
Ia juga berharap lahan yang telah dihibahkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Grup 4 Kopassus, baik untuk operasional satuan, kegiatan pelatihan, maupun pengembangan infrastruktur pendukung.
Dengan fasilitas yang memadai, kesiapsiagaan prajurit diharapkan semakin meningkat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyampaikan terima kasih kepada masyarakat di wilayah Loa Kulu dan Desa Jembayan atas dukungan yang diberikan selama proses ini berlangsung.
Dukungan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan sinergi antara pertahanan negara dan pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendukung proses administratif dan kewilayahan agar kemitraan ini memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pertahanan dan keamanan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Sunggono.
Dengan hibah lahan ini, pembangunan Markas Grup 4 Kopassus di Kutai Kartanegara diharapkan dapat segera direalisasikan dan menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan negara di wilayah Kalimantan Timur, sekaligus mendorong stabilitas dan pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo