KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri membuka advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Pendopo Bupati Kukar, Kamis, (24/4). Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terlibat.
Aulia mengatakan sektor kesehatan berkaitan erat dengan produktivitas warga. “Orang yang sehat insyaAllah akan lebih produktif. Sementara produktivitas itu akan berdampak pada kemampuan ekonomi masyarakat,” kata dia.
Menurut Aulia, tugas sektor kesehatan salah satunya memastikan pangan yang sehat dan aman dikonsumsi. Pangan aman, ujarnya, harus melalui proses pengolahan yang baik hingga sampai ke rumah tangga.
Ia menegaskan keamanan pangan bukan tanggung jawab satu instansi. “Ini bukan tanggung jawab satu pihak. Harus ada kerja bersama untuk membangun ekosistem pangan yang sehat,” kata Aulia.
Baca Juga: Terkait Opsi Menginap di Masjid, Ketua Fraksi PDIP Kukar Minta Ahmad Yani Jaga Pernyataan Publik
Aulia meminta program pangan aman tidak berhenti di seremonial. Ia ingin program itu menjadi budaya masyarakat. “Kalau ini sudah menjadi budaya, masyarakat akan terbiasa menjalankan pola hidup sehat tanpa harus disuruh,” ujarnya.
Pemkab Kukar mengintegrasikan empat program: Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman, Sekolah Pangan Aman, dan Tempat Pangan Aman. Aulia menginstruksikan OPD terkait tidak bekerja sendiri-sendiri.
“Jangan merasa ini hanya tugas satu OPD. Semua yang terkait harus bergerak bersama. Kalau bekerja sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal,” katanya. Ia menambahkan masyarakat menilai hasil, bukan proses. “Yang dilihat masyarakat adalah manfaatnya. Maka hasil kerja kita harus benar-benar dirasakan,” ujar Aulia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo