Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BOSF Izinkan Pemakaian Lahan untuk Aktivitas Pertanian, Libatkan Peran Warga Sekitar

Oktavia Megaria • Kamis, 30 April 2026 | 18:57 WIB
PUNYA PERAN: BOSF ajak masyarakat berperan dalam aktivitas pertanian di Samboja Lestari. (OKTAVIA MEGARIA/KP)
PUNYA PERAN: BOSF ajak masyarakat berperan dalam aktivitas pertanian di Samboja Lestari. (OKTAVIA MEGARIA/KP)

BALIKPAPAN – Sejatinya, dengan luasan lahan yang dimiliki, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) turut melibatkan masyarakat sekitar. Mereka memberi  izin bagi masyarakat ikut berperan atau melakukan penanaman dengan jenis-jenis tanaman yang disepakati bersama.

Terutama, tanaman yang sesuai dengan peruntukan yayasan BOS. Misalnya, tanaman yang menjadi buah-buahan untuk mendukung satwa di Samboja Lestari, yang juga bisa dimanfaatkan untuk usaha.

“Misalkan dijual ke pasar itu sangat mungkin, juga kira-kira setiap hari Samboja Lestari memerlukan 1 ton buah untuk pakan satwa. Itu bisa disupport oleh masyarakat. Contohnya, beberapa masyarakat di Kelurahan Karya Merdeka sudah melakukan kerja sama yang diketahui oleh Lurah Karya Merdeka,” kata Manajer Program Regional Kalimantan Timur BOSF Aldrianto Priadjati.

Baca Juga: Beryukur Atas Panen Melimpah, Masyarakat Jonggon JAYA Gelar Kegiatan Sedekah Bumi  

Selain penanaman lahan, lanjutnya, masyarakat juga bisa memanfaatkan pohon aren di sekitar hutan. Mereka bisa mendapatkan niranya secara gratis untuk kemudian jual.

Dia mengatakan, masyarakat hanya perlu memberi laporan atau data terkait berapa liter nira yang bisa didapatkan per hari.

“Itu saja sih yang kita ingin kami kerja sama atau mendapatkan datanya. Yang lainnya kami tidak meminta bayaran satu rupiah pun,” tambahnya.

Di samping itu, pihak yayasan juga melakukan kegiatan pendidikan lingkungan di Samboja Lestari. Tidak hanya untuk pelajar tingkat SD, SMP dan SMA, ada juga kegiatan yang berperan dengan ibu-ibu PKK dan UMKM lokal.

Baca Juga: Peneliti BRIN Puji Jalan ke Kedang Ipil: Lebih Baik dari Daerah Lain

Dia juga menekankan, Samboja Lestari memang bukan tempat wisata melainkan tempat edukasi. Sehingga, bila ada pelajar ingin berkunjung dan mengetahui apa yang dilakukan di pusat penyelamatan satwa itu, cukup bersurat ke pihak yayasan. Dengan catatan, menjaga kebersihan, dan tidak sembarangan memberi makan satwa.

“Jadi harapan saya dengan informasi yang dibagikan teman-teman media, bisa jadi jembatan ke masyarakat terkait apa yang dilakukan oleh yayasan BOS. Dengan begitu, kami bisa terus bergerak. Juga, kami ingin mengetuk pintu di Kementerian Transmigrasi dengan dinas-dinas terkait lainnya serta OIKN untuk bahu-membahu menyelamatkan satwa Kalimantan,” tutup Aldri.

Editor : Muhammad Ridhuan
#BOSF #Samboja Lestari #umkm #Borneo Orangutan Survival Foundation