Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Garap Potensi Pesisir Kutai Kartanegara, Kadin Kukar dan APBMI Kuala Samboja Garap Jasa Pelabuhan

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Jumat, 5 Juni 2026 | 08:03 WIB
Plt Ketua Kadin Kutai Kartanegara Dedi Sudarya bersama jajaran APBMI Kuala Samboja seusai audiensi terkait penguatan peran pengusaha lokal di sektor jasa pelabuhan dan logistik Kukar.
Plt Ketua Kadin Kutai Kartanegara Dedi Sudarya bersama jajaran APBMI Kuala Samboja seusai audiensi terkait penguatan peran pengusaha lokal di sektor jasa pelabuhan dan logistik Kukar.

TENGGARONG – Potensi jasa pelabuhan dan logistik di Kutai Kartanegara dinilai belum tergarap optimal. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutai Kartanegara bersama Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kuala Samboja mulai menjajaki kolaborasi untuk mendorong pengusaha lokal mengambil peran lebih besar dalam sektor tersebut.

Pembahasan itu mengemuka dalam audiensi APBMI Kuala Samboja bersama Kadin Kukar pada Rabu, 4 Juni 2026 di Tenggarong. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di sektor bongkar muat, jasa pelabuhan, dan logistik, terutama di wilayah pesisir Kutai Kartanegara.

Plt Ketua Kadin Kukar, Dedi Sudarya, mengatakan pihaknya menerima banyak masukan dari APBMI terkait potensi sektor jasa pelabuhan di Kukar. Menurutnya, masih ada ruang ekonomi yang dapat dioptimalkan melalui kolaborasi antara asosiasi usaha, Kadin, dan pemerintah daerah.

“Kami menerima banyak masukan dan informasi berharga. Mudah-mudahan nanti ada banyak hal yang bisa kita kolaborasikan,” ujar Dedi.

Dedi menyebut hasil pertemuan tersebut akan disambungkan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya Bupati Kukar. Ia berharap Kadin dan APBMI mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah untuk membahas peluang ekonomi di sektor pelabuhan.

Menurutnya, dari hasil diskusi bersama APBMI, masih banyak potensi di Kutai Kartanegara yang belum teroptimalkan, terutama sektor jasa pelabuhan di daerah pesisir.

Baca Juga: Distribusi Barang Laut di Kaltim Melejit, Kuala Samboja Jadi Pelabuhan Tersibuk

“Sebenarnya banyak sekali potensi yang belum teroptimalkan di Kutai Kartanegara, khususnya di sektor jasa pelabuhan, terutama di daerah pesisir. Itu merupakan peluang besar bagi Kukar kalau bisa kita kolaborasikan dan garap bersama,” katanya.

Dedi menjelaskan, Kadin memiliki fungsi sebagai wadah berbagai asosiasi usaha. Peran itu membuat Kadin dapat menjadi penghubung informasi, data, dan peluang bisnis yang ada di daerah.

Ia menilai penguatan pengusaha lokal menjadi salah satu tujuan penting dari kolaborasi tersebut. Dengan begitu, pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton dalam sektor-sektor ekonomi besar yang berjalan di wilayah Kutai Kartanegara.

“Yang terpenting adalah bagaimana menguatkan pengusaha lokal agar bisa berperan aktif dalam sektor-sektor besar yang ada di Kutai Kartanegara. Kami bertugas untuk itu,” ujarnya.

Ketua DPC APBMI Kuala Samboja, Loies Subowo Saminanto, mengatakan pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari proses APBMI untuk bergabung dengan Kadin Kukar sesuai ketentuan AD/ART organisasi.

Baca Juga: Menjaga Geliat Usaha Daerah, APBMI Kuala Samboja Gelar Muscab II 2026

Menurut Loies, bergabungnya APBMI dengan Kadin diharapkan membuka peluang usaha dan peluang ekonomi baru di Kutai Kartanegara.

“Sebagaimana dipersyaratkan dalam AD/ART kami di APBMI, kami harus bermohon untuk menjadi anggota Kadin. Hari ini sudah kami tunaikan. Insyaallah, kolaborasi antara APBMI dan Kadin akan membuka peluang usaha serta peluang ekonomi yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Loies menegaskan, APBMI bergerak pada sektor jasa logistik dan bongkar muat. Ia menilai Kutai Kartanegara memiliki posisi strategis karena wilayah perairannya menjadi salah satu pintu gerbang penting di Kalimantan Timur.

“Kutai Kartanegara kita tahu memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Pintu gerbang Kalimantan Timur itu salah satunya berada di perairan Kutai Kartanegara,” katanya.

Karena itu, menurut Loies, sektor jasa logistik perlu diperjuangkan agar nilai ekonominya dapat memberi dampak lebih besar bagi daerah dan masyarakat Kukar.

“Jasa logistik ini sangat vital dan harus kita perjuangkan agar perekonomian ini berdampak kepada Kutai Kartanegara,” ujarnya. Loies berharap sinergi APBMI, Kadin, dan pemerintah daerah dapat mendorong penguatan ekonomi masyarakat. Ia menilai pelaku usaha memiliki peluang besar untuk mendukung pemerintah dalam membuka ruang pertumbuhan ekonomi daerah. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#APBMI Kuala Samboja #kadin kukar #kuala samboja #pelabuhan pesisir #samboja