TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara membuka peluang bagi pelajar dan mahasiswa yang belum sempat mendaftar Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026. Pendaftaran program bantuan pendidikan itu rencananya diperpanjang hingga 19 Juni 2026.
Langkah ini diambil agar cakupan penerima beasiswa lebih luas, terutama untuk siswa dan mahasiswa di wilayah hulu Kukar yang akses informasinya masih terbatas.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Fathul Alamin, menyebut perpanjangan masih menunggu restu Bupati Kukar. Namun informasi awal sudah disebar lewat media sosial sebagai pemberitahuan awal kepada masyarakat.
“Pengumuman resmi dari Pak Bupati belum keluar, tapi kami sudah sampaikan infonya lebih dulu di media sosial,” kata Fathul. Ia menjelaskan, perpanjangan ini jadi strategi Pemkab agar program beasiswa bisa menyasar lebih banyak warga. Targetnya, semua kuota beasiswa di tiap kategori bisa terisi penuh.
“Rencananya pendaftaran kami perpanjang sampai 19 Juni 2026,” ujarnya. Fathul menambahkan, keputusan final masih dibahas bersama Bupati. Pemkab juga mempertimbangkan masukan dari masyarakat sebelum merilis pengumuman resmi.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar Beasiswa Kukar Idaman Terbaik sudah mencapai sekitar 80 persen dari total kuota. Belum terisinya kuota bukan karena rendahnya minat, melainkan bertepatan dengan program Gratispol Pemprov Kaltim yang nilai bantuannya lebih besar karena menyesuaikan UKT.
“Bukan antusiasme warga Kukar yang kurang, tapi karena waktunya bersamaan dengan Gratispol Pemprov yang memang nilai tawarnya lebih besar,” jelas Fathul.
Dengan adanya tambahan waktu, Pemkab berharap makin banyak pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026, terutama yang belum tahu informasi atau masih melengkapi berkas.
“Segera manfaatkan program ini dan daftarkan diri pada Beasiswa Kukar Idaman Terbaik Tahun 2026,” ucapnya.
Perpanjangan pendaftaran ini diharapkan bisa menggenjot penyerapan kuota sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi generasi muda Kukar, termasuk di wilayah yang selama ini minim akses informasi dan layanan pendidikan. (riz)
Editor : Muhammad Rizki