TENGGARONG– Hamparan lahan reklamasi Blok Pinang, Jumat (19/6), menjadi saksi komitmen baru terhadap pemulihan lingkungan. Sebanyak 2.026 bibit pohon Sengon Laut atau Falcataria moluccana ditanam secara serentak oleh manajemen, karyawan, mitra kerja PT Bukit Baiduri Energi (BBE) dan PT Khotai Makmur Insan Abadi (KMIA) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Aksi penghijauan tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan upaya pemulihan ekosistem.
General Manager Operation BBE-KMIA Reno Barus menegaskan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi pengingat bahwa seluruh pihak harus bergerak lebih cepat dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Secara global, Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema Inspired by Nature For Climate For Our Future Terinspirasi oleh Alam, Untuk Iklim, Untuk Masa Depan Kita. Sementara di tingkat nasional, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM mengangkat tema Saatnya Bekerja untuk Iklim.
“Ini bukan lagi soal wacana atau rencana jangka panjang. Perubahan iklim terjadi saat ini dan membutuhkan aksi nyata dari seluruh elemen, termasuk sektor pertambangan,” ujar Reno. Reno menuturkan, industri pertambangan memiliki tanggung jawab besar karena aktivitas operasional bersentuhan langsung dengan bentang alam.
Karena itu, perusahaan berupaya memastikan setiap tahapan kegiatan pertambangan dijalankan sesuai prinsip Good Mining Practice dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Penanaman 2.026 pohon Sengon Laut dipilih sebagai salah satu langkah konkret perusahaan dalam mendukung pengendalian perubahan iklim.
Selain dikenal sebagai tanaman cepat tumbuh, Sengon Laut memiliki kemampuan menyerap karbon yang tinggi dan mampu memperbaiki kualitas tanah melalui proses pengikatan nitrogen. "Disamping itu, kita juga menanam tanaman sisipan tanaman lokal seperti pohon ulin, mahoni hingga buah buahan" tuturnya.
Keberadaan tanaman tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan lahan pascatambang sekaligus menciptakan habitat yang mendukung tumbuhnya keanekaragaman hayati di masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Reno menyebut terdapat empat tujuan utama dari kegiatan penanaman bersama tersebut. Pertama, meningkatkan kepedulian dan partisipasi seluruh insan perusahaan terhadap perlindungan lingkungan. Kedua, mendorong aksi nyata dalam pengendalian perubahan iklim melalui penyerapan emisi karbon.
Ketiga, memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Keempat, memastikan implementasi prinsip pertambangan berkelanjutan berjalan secara konsisten di seluruh wilayah operasional.
“Lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, keberhasilan reklamasi tidak hanya menjadi tugas perusahaan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Yang jauh lebih penting adalah tingkat keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan berkembang hingga membentuk ekosistem yang sehat.
Karena itu, Departemen Health, Safety and Environment (HSE) bersama seluruh pengawas lapangan diminta melakukan pemantauan dan perawatan secara berkala terhadap seluruh tanaman yang telah ditanam.
“Menanam pohon hanya langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan pohon-pohon ini tumbuh besar, hidup, dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Jangan sampai berhenti sebagai kegiatan seremonial,” tegasnya.
Ia berharap, pohon-pohon yang ditanam hari ini kelak menjadi paru-paru hijau baru di kawasan tambang sekaligus bukti bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
"Dalam kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, karyawan, dan mitra kerja yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut" tutupnya (riz)
Editor : Muhammad Rizki