Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Keluhan Orangtua Jadi Evaluasi, Disdikbud Kukar Kaji Ulang Skema Nilai Jalur Prestasi SPMB

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Kamis, 2 Juli 2026 | 18:27 WIB
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (DOK/KP) 

 
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (DOK/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Keluhan orangtua terhadap hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026 menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Skema penilaian pada jalur prestasi dipastikan akan dievaluasi agar mekanismenya lebih proporsional dan mudah dipahami masyarakat.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan, jalur prestasi dalam SPMB sejak awal dirancang menggunakan dua komponen penilaian, yakni prestasi akademik dan nonakademik.

Baca Juga: Pengelola Pantai Tanah Merah Swadaya Bersama Warga Perbaiki Jalan  

Prestasi nonakademik mencakup berbagai pencapaian, seperti kejuaraan olahraga di tingkat provinsi hingga nasional. Capaian tersebut turut memengaruhi hasil seleksi pada jalur prestasi.

“Semua itu menjadi bagian dari penilaian, namun kami juga tidak mengabaikan nilai akademik,” kata Heriansyah.

Menurut Heriansyah, sejumlah orangtua menyampaikan keberatan karena anak mereka yang memiliki nilai akademik tinggi tidak lolos pada jalur prestasi. Setelah ditelusuri, hasil pemeringkatan turut dipengaruhi oleh perolehan poin dari prestasi nonakademik.

Baca Juga: Dapur Makan Bergizi Gratis di Paser Rampung, Kontraktor Merugi Rp 7,5 Miliar Belum Dibayar

Masukan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan SPMB pada tahun berikutnya. Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah memisahkan ruang persaingan antara jalur prestasi akademik dan nonakademik agar komposisi penilaiannya lebih jelas.

“Nanti akan kami evaluasi. Ke depan memungkinkan jalur akademik memiliki ruang tersendiri untuk bersaing, begitu juga jalur prestasi nonakademik, sehingga persentase penilaiannya bisa lebih jelas,” tuturnya.

Baca Juga: Kampung Bungas, dari Juara PKK Menuju Ikon Pariwisata Balikpapan

Selain sistem penilaian, Disdikbud Kukar juga merespons keluhan terkait pencabutan berkas pendaftaran. Heriansyah menegaskan proses tersebut tidak dilakukan melalui sistem daring, melainkan dapat diurus langsung kepada panitia SPMB di sekolah tempat peserta mendaftar.

“Kalau ingin mencabut berkas, silakan datang ke panitia di sekolah. Itu bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, peserta yang belum berhasil pada jalur prestasi masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur domisili. Jalur tersebut menyediakan kuota paling besar. Pada jalur domisili, kelulusan ditentukan berdasarkan alamat tempat tinggal yang diverifikasi menggunakan titik koordinat.

Heriansyah juga menepis anggapan bahwa hasil seleksi sepenuhnya ditentukan oleh sekolah atau Disdikbud. Menurutnya, proses SPMB melibatkan tim SPMB, satuan pendidikan, Disdikbud Kukar, serta Dinas Komunikasi dan Informatika yang mengelola sistem aplikasi.

“Kewenangan ada pada tim SPMB, sekolah, Dinas Pendidikan, dan Diskominfo yang mengelola sistem. Semua proses dilakukan secara terbuka sebagai bentuk transparansi,” jelasnya.

Baca Juga: TP PKK Kelurahan Karang Joang Juara Lomba Gelari Pelangi Tingkat Provinsi Kaltim

Ia menambahkan, pelaksanaan SPMB turut diawasi sejumlah lembaga pemerintah untuk memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung bersih dan bebas dari praktik penyimpangan.

“SPMB ini dipantau oleh KPK dan Kementerian PANRB. Kami menekankan kepada seluruh panitia agar tidak terjadi pungutan liar dalam proses penerimaan murid baru. Tujuan kami adalah memastikan SPMB berjalan transparan, bersih, dan akuntabel,” tandasnya.

Evaluasi terhadap skema penilaian jalur prestasi diharapkan dapat membuat mekanisme SPMB berikutnya lebih mudah dipahami orang tua dan peserta. Dengan pemisahan ruang prestasi akademik dan nonakademik, komposisi penilaian juga diharapkan lebih jelas bagi masyarakat. (*)

Editor : Sukri Sikki
#sistem domisili #spmb #disdikbud kukar #keluhan