Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sampah dari Kukar Berpeluang Diolah di Ibu Kota Nusantara  

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Minggu, 5 Juli 2026 | 18:15 WIB
Tri Joko Kuncoro. (IST)
Tri Joko Kuncoro. (IST)

 

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG Sebagian sampah dari Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang dikirim untuk diolah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST IKN. Pemkab Kukar mulai menjajaki kerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara karena fasilitas tersebut masih memiliki kapasitas pengolahan yang belum terpakai optimal.

Namun, peluang itu tidak bisa berjalan jika pola pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga tidak berubah. Sebab, TPST IKN hanya menerima sampah yang sudah dipilah sejak dari rumah atau sumbernya.

Baca Juga: Liburan Berbeda Anak Tepian SKM, Kolaborasi ASN Mengajar-SMDRUN

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kukar, Tri Joko Kuncoro mengatakan, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi tantangan utama sebelum kerja sama tersebut dapat berjalan.

Kita masih tahap menyosialisasikan kepada masyarakat untuk memulai memilah-milah sampahnya agar bisa diolah di TPST. Karena ini PR besar bagi kita,ujar Joko belum lama ini.

Joko menjelaskan, sistem pengelolaan sampah di TPST IKN berbeda dengan tempat pembuangan akhir konvensional. Fasilitas tersebut dirancang untuk mengolah sampah secara modern sehingga hanya menerima sampah yang telah dipisahkan sesuai kategorinya.

Saat ini, kapasitas pengolahan TPST IKN disebut mencapai puluhan ton per hari. Namun, volume sampah yang masuk masih jauh di bawah kapasitas tersebut karena selama ini fasilitas itu hanya melayani kawasan IKN.

Kondisi tersebut membuat OIKN membuka peluang kerja sama dengan daerah penyangga, termasuk Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, agar fasilitas pengolahan sampah dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Baca Juga: Sudah 61 TPS Dilenyapkan, DLH Balikpapan Targetkan Bongkar 14 Lokasi Lagi hingga Akhir Tahun  

Joko memastikan DLHK Kukar bersama OIKN telah menggelar pertemuan awal untuk membahas rancangan kerja sama. Pembahasan itu mencakup mekanisme pengiriman sampah hingga dukungan sarana operasional yang dibutuhkan.

Pada tahap awal, Kecamatan Samboja dan Samboja Barat menjadi wilayah yang paling berpeluang terlibat. Kedua kecamatan itu dinilai lebih dekat dengan kawasan IKN sehingga distribusi sampah menuju TPST dapat lebih efisien.

Sementara itu, Kecamatan Muara Jawa belum menjadi prioritas. Menurut Joko, wilayah tersebut telah memiliki sistem pengelolaan sampah yang cukup baik dan didukung keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Muara Jawa Bersih.

Gerakan tersebut selama ini aktif mengolah sampah agar memiliki nilai ekonomi. Dalam pembahasan kerja sama itu, OIKN juga berencana menyediakan truk listrik untuk mengangkut sampah dari daerah penyangga menuju TPST IKN. Namun, penyediaan stasiun pengisian daya bagi kendaraan operasional tersebut masih menjadi kendala.

Kita masih menghitung kebutuhan anggaran sekaligus mematangkan skema kerja sama sebelum pengiriman sampah dapat direalisasikan,tutupnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#DLHK Kukar #IKN #sampah #tpst