TENGGARONG – Dalam hitungan menit, semua milik Ariansyah ludes. Api yang mengamuk di Jalan Al-Jawahir, RT 7 Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Jumat dini hari (17/7) merenggut rumah tempat ia berteduh bersama istri dan anak. Yang tersisa hanya baju di badan.
Peristiwa itu menghanguskan 8 rumah dan merusak 3 rumah lainnya. Sebanyak 16 kepala keluarga atau 58 jiwa kini kehilangan tempat tinggal.
Ariansyah mengaku dialah warga pertama yang melihat api. Dari jendela kamar, kobaran sudah mulai membesar. Panik, ia langsung berlari keluar membangunkan tetangga.
"Yang pertama bangunkan warga saya. Lihat api dari jendela, langsung keluar cari bantuan," ucapnya. Tak ada barang yang sempat diselamatkan. Dokumen penting, perabot, semua ikut terbakar.
"Kami cuma bawa baju yang melekat di badan. Alhamdulillah anak istri selamat," katanya lirih. Kini ia bersama keluarga menumpang di rumah kerabat dekat lokasi kejadian. Ia berharap janji bantuan dari pemerintah segera terealisasi. "Kami punya anak dan istri yang butuh tempat tinggal. Mudah-mudahan cepat ada kemudahan dari pemerintah," pintanya.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meninjau lokasi kebakaran, Sabtu (18/7). Ia memastikan Pemkab Kukar memprioritaskan pemulihan bagi para korban. "Kami hadir untuk membantu menyelesaikan ini. Prioritas utama, warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa," tegas Aulia.
Bantuan yang disalurkan tak hanya logistik dan uang tunai. Pemkab juga akan mengurus dokumen yang terbakar, memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak, hingga membantu warga yang kehilangan mata pencaharian agar bisa kembali berusaha.
Untuk rumah yang rusak, Aulia sudah menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kukar segera bergerak. Prosesnya akan difasilitasi bersama kelurahan dan kecamatan sesuai aturan.
"Kami minta program pemulihan rumah segera dieksekusi agar warga terdampak bisa kembali punya tempat tinggal," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki