Bupati Kukar Dorong Sinergi TJSL dan PKBL untuk Mempercepat Pembangunan

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 18:23 WIB
EKONOMI RAKYAT: Bupati saat memantau sejumlah hasil karya UMKM. (IST)

 

 
EKONOMI RAKYAT: Bupati saat memantau sejumlah hasil karya UMKM. (IST)    

 

TENGGARONG - Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mendorong penguatan sinergi, antara program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Langkah itu dinilai penting untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus mendorong UMKM naik kelas.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan TJSL dan PKBL Kabupaten Kukar 2026, Rabu (29/7/2026) di Aula Bappeda Kukar Lantai 1. Kegiatan didampingi Sekretaris Daerah Kukar Sunggono. Sebelum membuka forum, Bupati terlebih dahulu meninjau Expo UMKM yang dirangkaikan dengan talk show bertema UMKM Naik Kelas.

Baca Juga: Zona I TPA Sambutan Ditutup, Masuk Tahap Penataan Menuju RTH

Saat berkeliling stan, Bupati melihat langsung produk-produk unggulan hasil binaan. Pesertanya tidak hanya dari binaan Dharma Wanita Persatuan, tetapi juga dari UMKM yang dibina perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar. Expo ini menjadi wujud nyata pelaksanaan TJSL dan PKBL di lapangan.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Organisasi Perangkat Daerah Kukar dengan sejumlah dunia usaha di berbagai bidang.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan Musrenbang ini bertujuan menyelaraskan langkah pemerintah daerah dengan badan usaha agar tidak terjadi tumpang tindih program. Tujuannya untuk mempercepat pencapaian visi Kukar Idaman.

Baca Juga: Ramai di Grup Medsos Kutim, Polisi Bongkar Modus Akun Jual Narkoba Ternyata Pasobis  

Ia meminta perusahaan menyusun program sesuai 17 program dedikasi agar kegiatan perusahaan dan OPD bisa terkoordinasi. CSR juga harus diperkuat dan diarahkan ke sektor hulu serta berbasis data supaya tepat sasaran.

Selain itu, perusahaan diharapkan menyiapkan program pemberdayaan dan peralatan bagi pekerja yang terdampak PHK agar tidak menambah angka pengangguran.

"Pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan masyarakat," ujarnya.

Menurut Bupati, Musrenbang TJSL dan PKBL menjadi momentum menyatukan arah pembangunan. Program tanggung jawab sosial perusahaan harus selaras dengan prioritas daerah dan kebutuhan masyarakat.

"TJSL bukan sekadar kegiatan seremonial atau penyaluran bantuan, tetapi merupakan investasi sosial yang mampu membangun kemandirian masyarakat, meningkatkan kualitas SDM, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

Baca Juga: Dishub Kubar Tegaskan, Mobilisasi Side Dump Trailer Wajib Lewat Jalur Sungai Mahakam  

Bupati juga mengapresiasi Expo UMKM yang memberi ruang menampilkan hasil pembinaan perusahaan. Ia berharap pendampingan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, digitalisasi, akses pembiayaan hingga perluasan pasar agar UMKM Kukar benar-benar naik kelas.

Dalam forum bertema Sinergitas Menuju Kukar Idaman Terbaik, Bupati kembali menegaskan TJSL dan PKBL bukan pengganti kewajiban pemerintah, melainkan penguat, pelengkap, dan akselerator pembangunan. Karena itu, seluruh program harus dirancang berdasarkan data, tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata.

Ia menyebut ada sekitar 944 perusahaan kategori usaha besar yang beroperasi di Kukar. Potensi besar ini harus dikelola sebagai mitra strategis pemerintah untuk mempercepat pembangunan melalui program yang terintegrasi dengan prioritas daerah.

Bupati meminta seluruh perangkat daerah, perusahaan, perguruan tinggi, Forum Komunikasi TJSL, Tim Fasilitasi TJSL, dan masyarakat memperkuat sinergi melalui perencanaan berbasis data, pemberdayaan berkelanjutan, penguatan UMKM, transparansi, dan evaluasi program.

"Kita harus bergerak dari pola kerja yang terpisah menuju pola kerja terpadu, dari program yang berorientasi keluaran menjadi program yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Semangat inilah yang menjadi jiwa Sinergitas Menuju Kukar Idaman Terbaik," tegasnya.

Melalui Musrenbang TJSL dan PKBL 2026, Pemkab Kukar berharap terbangun komitmen kuat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan menuju Kukar Idaman Terbaik. (*)

Editor : Sukri Sikki
Aulia Rahman Basri pemkab kukar Program TJSL umkm