TENGGARONG - Puluhan penerima Makanan Bergizi Gratis atau MBG di Kecamatan Sebulu, Kukar mengeluhkan sakit perut dan pusing pada Senin (3/8/2026). Dugaan sementara, keluhan itu dipicu salah satu menu MBG yang basi.
Data sementara dari pemerintah kecamatan mencatat 46 orang terdampak, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Seluruhnya dirujuk ke Puskesmas I Sebulu untuk penanganan. Sebagian di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah.
Baca Juga: Honor Pegawai Bermasalah Disdikbud Kukar Sudah Dikembalikan Rp 2 Miliar, Temuan BPK 36,7 Miliar
Sekkab Kukar Sunggono yang juga Koordinator Satgas MBG Kabupaten mengatakan, pihaknya bersama SPPG terkait dan Dinas Kesehatan terus berkoordinasi di lapangan. Tim saat ini masih melengkapi data dan memantau kondisi para penerima.
"Sampai saat ini jajaran masih melengkapi data dan memantau secara langsung kondisi yang terdampak di lapangan," ujar Sunggono.
Baca Juga: Dokumen Honor Non-Asn Disita Polisi, Kapolres: Kami Masih Mengumpulkan Alat Bukti
Pengumpulan data dilakukan untuk memastikan penyebab keracunan. Di antaranya melalui pengambilan sampel makanan, serta hasil pemeriksaan di Puskesmas dan Dinkes terhadap pasien.
Karena itu, ia belum bisa memastikan penyebab pasti kejadian. Namun Sunggono menegaskan Satgas MBG dan Pemkab Kukar berkomitmen mengusut tuntas kasus ini.
"Kami standby 24 jam di puskesmas, apabila ada yang merasakan keluhan dan semacamnya segera sampaikan ke kami," lanjutnya.
Baca Juga: Peremajaan Pipa PDAM Sepanjang 750 Meter di Balikpapan Utara, Aliran Air Bersih Diharapkan Optimal
Ia menyebut peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi Satgas MBG dan pemerintah daerah. Pemerintah tetap berkomitmen menjalankan MBG sebagai program strategis nasional untuk pemenuhan gizi anak.
"Kami juga meminta agar orang tua tidak khawatir karena kami standby 24 jam. Jika masih ada keluhan silahkan datangi tim kami di Puskesmas Sebulu 1," katanya.
Untuk hasil pemeriksaan dan data lengkap, Sunggono memastikan akan disampaikan secara resmi ke publik setelah seluruhnya terhimpun.
"Sampai malam kami berusaha untuk melengkapi semua data. Insya Allah kalau sudah lengkap akan kami sampaikan secara resmi," tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki