Karhutla Melanda Muara Muntai Kukar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut

Romdani. • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 19:10 WIB
Tim gabungan melakukan pemadaman karhutla di Muara Muntai, Kukar.
Tim gabungan melakukan pemadaman karhutla di Muara Muntai, Kukar.

KALTIMPOST.ID-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan perkebunan sawit dan lahan gambut di perbatasan Desa Muara Leka dan Desa Aloh, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar). Tim gabungan dikerahkan untuk mencegah kobaran api meluas ke kawasan sekitarnya.

Pemadaman melibatkan Babinsa Koramil 0906-10/Muara Muntai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta masyarakat, Kamis (21/8).

Titik api awalnya ditemukan ketika Babinsa bersama BPBD dan Manggala Agni melakukan patroli rutin. Petugas melihat kepulan asap muncul dari kawasan lahan sawit dan gambut.

Setelah menyisir lokasi, tim gabungan langsung melakukan pemadaman. Selain menyemprotkan air ke titik api, petugas membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api agar tidak merambat ke area lain.

Baca Juga: Mau Beli Pertalite dan Solar di SPBU Ini di Balikpapan? Catat Jadwal dan Aturan Baru Per 1 September

Babinsa Koramil 0906-10/Muara Muntai Serma Rasidi mengatakan, koordinasi antarpihak menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla.

“Sinergi di lapangan adalah kunci utama. Kami tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kehadiran rekan-rekan BPBD, Manggala Agni, serta dukungan masyarakat sangat menentukan kecepatan dalam mengendalikan kobaran api,” ujarnya.

Upaya pemadaman berlangsung di tengah cuaca panas dan kondisi medan yang cukup berat. Kendati demikian, tim gabungan terus melakukan penanganan hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi kembali memicu kebakaran, terutama pada kawasan gambut.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Praktik tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan ketika cuaca panas dan kondisi lahan kering.

Baca Juga: Ratusan Sopir Truk Demo di Samarinda, Desak BRIZZI Dihapus hingga Ungkap Dugaan Pungli Rp 50 Ribu

Selain berdampak terhadap lingkungan, karhutla dapat menurunkan kualitas udara. Paparan asap dalam jumlah besar juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Kolaborasi TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mempercepat deteksi serta penanganan titik api sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim Komjen Karyoto Komjen Fadil Imran kebakaran hutan dan lahan Kodam mulawarman