KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Jalan alternatif di kawasan Oloy, Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai mulai dilengkapi pengamanan. Dishub Kukar turun memasang rambu dan menyiapkan barrier agar pengguna jalan tidak lagi mengambil risiko di titik longsor.
Kepala Dishub Kukar Ahmad Junaidi mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut pembukaan jalur darurat oleh Pemkab Kukar bersama perusahaan dan warga.
“Kami apresiasi langkah cepat Pemerintah Kecamatan Muara Muntai. Berkolaborasi dengan perusahaan dan masyarakat sehingga jalan alternatif bisa terbangun. Kami berterima kasih,” ujar Junaidi, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Kabel LPJU Jalur Tenggarong-Samarinda Dicuri, Dishub Kukar Sudah Lapor Polisi
Menurut Junaidi, rambu arah akan dipasang untuk kendaraan dari dan menuju Muara Muntai-Samarinda. Rambu peringatan longsor juga disiapkan di sekitar lokasi.
Atas arahan Bupati Kukar, barrier juga akan dikirim ke titik longsor. Barrier dilengkapi scotlet agar terlihat jelas dari jauh, terutama malam hari.
“Tadi pagi ada arahan Pak Bupati untuk mengamankan titik longsor dengan barrier. Ada scotlet-nya, jadi dari jauh bisa terlihat,” jelasnya.
Baca Juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Kamar Kost Kelahiran Sangkulirang, Polisi Masih Dalami Penyebabnya
Masalah lain yang disorot Dishub adalah penerangan. Saat meninjau Selasa malam, jalur alternatif masih gelap dan hanya mengandalkan lampu sorot. Padahal kondisi jalan berupa kerikil dengan turunan yang rawan bagi motor.
“Tadi malam kami ke sana hanya pakai lampu sorot. Jalannya kerikil dan turunan. Kalau pengendara motor bisa jatuh. Makanya kami komunikasikan untuk pasang lampu penerangan jalan,” kata Junaidi.
Dishub kini berkoordinasi dengan PLN. Material tiang, kabel, lampu, dan KWH meter sudah disiapkan. Untuk tiang, Dishub punya 2 unit dan akan meminjam 3 tiang tambahan agar pemasangan bisa cepat.
“Mudah-mudahan bisa. Di sana listriknya tegangan tinggi, harus ada sambungan rumah dulu. Tapi dari kami siap. Tinggal jaringan dari PLN,” ujarnya.
Baca Juga: Dinas PUPR Kutai Barat Gelar Bimtek Penyusunan RMPK Jalan untuk Perkuat Mutu Infrastruktur
Pengiriman material ditargetkan hari ini atau paling lambat besok. Junaidi meminta warga tidak memaksakan lewat di sisi jalan yang longsor. Pengendara roda dua diminta beralih ke jalur alternatif yang sudah dibuka.
“Jangan memaksakan. Kalau alternatif sudah jadi, pakai yang itu. Apalagi malam hari, kondisinya lebih sulit terlihat. Waspada dan hati-hati,” tegasnya.
Ia menyebut pembukaan jalur alternatif adalah hasil kolaborasi di tengah keterbatasan. Dengan tambahan rambu, barrier, dan penerangan, diharapkan akses sementara ini lebih aman digunakan.
“Masyarakat harap bersabar. Semua tidak ada yang kita inginkan. Di tengah kondisi seperti ini, alhamdulillah masih bisa memberikan alternatif,” pungkas Junaidi. (*)
Editor : Sukri Sikki