Ribuan Warga Kukar Gelar Doa Bersama, Mohon Hujan Akhiri Kemarau dan Kabut Asap  

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:13 WIB
IBADAH: Salat Istisqa digelar Pemkab Kukar, Rabu (2/9/2026). (IST)

 
IBADAH: Salat Istisqa digelar Pemkab Kukar, Rabu (2/9/2026). (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Kabut asap menyelimuti Tenggarong, Rabu (2/9/2026) pagi. Di tengah kondisi itu, ribuan warga Kutai Kartanegara dari berbagai agama berkumpul dan memanjatkan doa dengan harapan sama: hujan segera turun.

Kemarau panjang yang memicu kekeringan dan karhutla membuat masyarakat serentak menggelar doa lintas iman mulai pukul 07.30 hingga 09.00 Wita.

Baca Juga: ISPA dan Diare Meningkat Akibat Kemarau, Siswa Kukar Mulai Belajar dari Rumah

Umat Islam melaksanakan salat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kukar. Sementara umat Kristen berdoa di Taman Tanjong, umat Hindu di Pura Hindu Loa Ipuh, dan umat Buddha di Vihara Timbau.

Meski udara berkabut, warga tetap khusyuk. Sebagian besar tampak mengenakan masker sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kualitas udara.

Salat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati diikuti ribuan jamaah dari berbagai kalangan. Hadir ASN, pelajar, masyarakat umum, hingga Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Sultan Kutai Aji Muhammad Arifin, Kapolres AKBP Khairul Basyar, dan unsur FKPD.

Baca Juga: Kondisi Udara Balikpapan Memburuk Imbas Karhutla Tetangga, Wali Kota Imbau Warga Pakai Masker

Bupati Aulia menyebut doa bersama ini tidak hanya dilakukan umat Islam. Agama lain juga menggelar doa dengan tujuan yang sama, memohon hujan untuk mengakhiri kemarau.

“Hari ini kita melaksanakan sholat istisqa bersama seluruh warga Kabupaten Kutai Kartanegara. Harapan kita, dengan melaksanakan sholat ini, segera diturunkan hujan di seluruh penjuru Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.

Ia menuturkan dampak kemarau sudah mulai terasa. Selain kebakaran hutan dan lahan, sejumlah wilayah kesulitan air bersih. Lahan pertanian juga terdampak karena pasokan air tidak normal.

“Semoga dengan doa ini segera diturunkan hujan yang membawa berkah bagi seluruh warga Kukar,” tambahnya.

Baca Juga: Cuaca Panas dan Karhutla Picu ISPA Melonjak di Kutim, Tembus 2.586 Kasus  

Di tengah doa, pemerintah juga menyoroti kondisi udara. Aulia menyebut Indeks Standar Pencemar Udara ISPU di Kukar saat ini berada di kisaran 100-150. Angka itu dinilai masih lebih baik dibanding daerah lain di Kaltim.

“Kita lumayan bagus. Di tempat kita masih di angka 100-150. Tapi karena sudah di atas 50, kami menyarankan warga menggunakan masker ketika berada di luar ruangan,” jelasnya.

Alat pemantau kualitas udara di Kukar, menurutnya, terintegrasi dengan IKN. Titik pantau ada di Muara Jawa dan Samboja. Sementara kabut di wilayah hulu juga dipengaruhi asap dari daerah lain.

Pemkab juga terus melakukan mitigasi karhutla. Titik api sempat muncul di Samboja dan Muara Jawa, namun telah dipadamkan. Data terakhir menunjukkan wilayah itu sudah zero titik api.

“Ini tetap kita pantau karena kita juga mendapatkan limpahan asap dari kabupaten kota lainnya,” jelasnya.

Pagi itu, dari lapangan hingga tempat ibadah, doa yang berbeda lafaz namun satu tujuan menggema. Warga Kukar berharap hujan segera turun, membawa air untuk kehidupan dan memadamkan asap yang masih menyelimuti daerah. (*)

Editor : Sukri Sikki
Aulia Rahman Basri kabut asap Salat Istisqa tenggarong kemarau