TENGGARONG – Kabut asap tebal jadi mimpi buruk pengendara di Kutai Kartanegara (Kukar). Kecelakaan adu banteng tak terhindarkan di Jembatan Martadipura, Jalan Poros Tenggarong-Tabang, Kamis (17/9/2026) pagi.
Mitsubishi Triton dan truk Hino terlibat tabrakan keras. Tiga orang luka-luka, dua di antaranya luka berat. Insiden terjadi sekitar pukul 08.20 Wita di wilayah hukum Polsek Kota Bangun.
Baca Juga: ArbizzSpace Dibuka Sabtu Malam, Keterisian Tenant Sudah Lampaui Target
Dari video yang beredar, kedua kendaraan ringsek di bagian depan. Posisi truk dan Triton melintang hingga menutup badan jalan. Sembako dan sepeda yang diangkut pun berhamburan.
Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli menjelaskan kronologi awal. Triton melaju dari arah Kota Bangun menuju Jembatan Martadipura. Diduga sopir melakukan manuver menyalip hingga melewati marka jalan.
Di saat bersamaan, truk Hino melaju kencang dari arah berlawanan. Tabrakan pun tak terhindarkan. "Pada saat bersamaan, truk Hino melaju dari arah berlawanan. Kedua kendaraan kemudian bertabrakan," ujar Fandoli.
Baca Juga: Tekankan Perencanaan Jangka Panjang, Bupati Minta Rekonstruksi Jalan Sendawar Digarap Menyeluruh
Tiga korban langsung dievakuasi ke RS Gerbang Dayaku Kota Bangun untuk mendapat perawatan. Dua luka berat, satu luka ringan. Petugas masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Baca Juga: Diskes Balikpapan Instruksikan Faskes Siaga KLB Diare Saat Musim Kemarau
Di tengah kabut asap yang menyelimuti Kukar beberapa hari terakhir, polisi minta pengendara ekstra waspada. Jarak pandang terbatas sangat berbahaya.
"Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan memastikan kondisi kendaraan aman sebelum melanjutkan perjalanan," kata Fandoli.
Baca Juga: Samarinda Diselimuti Kabut Asap Pekat, Kadishub Ingatkan Bahaya Lalu Lintas Darat dan Sungai
Ia juga mengimbau pengendara wajib menyalakan lampu utama, pakai helm standar dan masker. "Pengendara juga kami imbau menyalakan lampu utama kendaraan agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain," tegasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki