Ratusan Peserta Adu Ketangkasan di Pulau Kumala, dari Belogo hingga Begasing Anak-Anak

ADV • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:02 WIB
DUKUNGAN: Sekkab Kukar Sunggono menghadiri perlombaan olahraga tradisional. (IST)
DUKUNGAN: Sekkab Kukar Sunggono menghadiri perlombaan olahraga tradisional. (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Sebanyak 507 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan memadati Halaman Parkir Pulau Kumala, Tenggarong, guna memeriahkan perlombaan olahraga tradisional dalam rangkaian perhelatan Erau Adat Kutai 2026.

Ajang pelestarian budaya yang resmi dibuka pada Senin (21/9/2026) ini mempertandingkan empat cabang olahraga tradisional utama. Yakni belogo, menyumpit, begasing, dan ketapel.

Baca Juga: DPRD dan Pemkab Paser Sahkan APBD Perubahan 2026 Sebesar Rp3,75 Triliun

Antusiasme peserta terbukti meluas hingga ke luar wilayah Kalimantan Timur. Selain perwakilan Kutai Timur, Samarinda, dan Paser, delegasi dari Kalimantan Tengah serta Kalimantan Utara turut hadir unjuk ketangkasan. Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur tersebut.

"Meskipun jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan hanya empat, pesertanya relatif sangat banyak, termasuk yang berasal dari luar kota," ungkap Sunggono.

Baca Juga: Tiga Desa di Kutim Belum Dialiri PLN, Ini Opsi Pengaliran Listrik yang Disiapkan

Menurutnya, antusiasme peserta lintas provinsi menjadi bukti nyata bahwa pesona olahraga tradisional dan kemeriahan Erau Adat Kutai kian bergaung luas di tingkat regional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar Aji Ali Husni menerangkan, pemilihan lokasi di kawasan Pulau Kumala sengaja dirancang terpadu dengan sektor pariwisata daerah. Langkah ini dinilai efektif memberi daya tarik ganda bagi para pelancong yang berkunjung ke Kota Raja.

"Dengan adanya Erau, ada pengunjung yang datang melihat olahraga tradisional sekaligus mereka menikmati wisata di Pulau Kumala," tutur Aji.

Selain memikat wisatawan, kegiatan ini memberi dampak langsung bagi perputaran ekonomi warga setempat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar arena.

"Pelaksanaan kegiatan ini kami harapkan memberi ruang bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar untuk berusaha, sehingga pelestarian budaya berjalan selaras dengan kebangkitan ekonomi," tambah Aji.

Baca Juga: Bus Perintis Samarinda-Kutim Disiapkan, Bakal Manfaatkan Jalan Hauling Perusahaan

Regenerasi Lewat Kategori Usia Anak Meski kabut asap sempat membatasi variasi cabang luar ruangan demi kesehatan peserta, esensi dan kemeriahan lomba dipastikan tetap terjaga penuh. Inovasi menarik tahun ini hadir pada cabang begasing, di mana panitia untuk pertama kalinya membuka kategori khusus usia anak-anak tingkat SD dan SMP.

"Peminat begasing usia dini di Tenggarong berkembang sangat pesat dan mereka rutin berlatih. Tahun ini resmi kami lombakan dan insyaallah akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," jelas Aji.

Rangkaian pertandingan tradisional ini dijadwalkan berlangsung hingga 26 September 2026 mendatang di kawasan wisata Pulau Kumala Tenggarong. (*)

Editor : Sukri Sikki
Sunggono Pulau Kumala Belogo Erau Adat Kutai olahraga tradisional