KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - PT Sawit Unggul Agro Niaga (PT SUAN) menyalurkan bantuan logistik ke Muara Badak guna memperkuat mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyaluran ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keselamatan warga dan kelestarian ekosistem di sekitar wilayah operasional. Aksi kesiapsiagaan tersebut dijalankan secara proaktif meski potensi titik api berada di luar area konsesi maupun Hak Guna Usaha (HGU) PT SUAN.
Kepekaan sosial ini menjadi bagian dari program prioritas korporasi dalam merangkul masyarakat dan pemangku kepentingan setempat. Bantuan logistik yang disalurkan mencakup 50 bungkus biskuit penambah nutrisi, 20 boks masker pelindung pernapasan, serta 40 dus air mineral.
Baca Juga: Tangani Karhutla di Muara Badak, PT Tritunggal Sentra Buana Terjunkan Tim Pemadam dan Logistik
Paket ini didistribusikan untuk menjaga stamina dan kesehatan para relawan serta petugas gabungan selama berjibaku di lapangan. Guna memastikan mitigasi karhutla berlangsung efektif, PT SUAN menjalin sinergi erat dengan berbagai instansi di Muara Badak.
Kolaborasi terpadu ini melibatkan Polsek Muara Badak, Koramil Muara Badak, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, Pemerintah Desa Tanah Datar, Pemerintah Desa Sungai Bawang, dan Pemerintah Kecamatan Muara Badak.
"Perusahaan bersama masyarakat harus saling bekerja sama dan aktif dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla. Langkah ini kami optimalkan melalui sosialisasi, patroli terpadu bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga pengendalian titik api baik di dalam maupun di luar perizinan," ujar Plantation Head PT SUAN, Leksono Budi Santoso.
Perkuat Sinergi Hadapi Cuaca Ekstrem Kondisi iklim kemarau yang dipengaruhi dinamika El Niño menuntut kewaspadaan penuh karena memicu lonjakan risiko kekeringan lahan gambut dan semak belukar. Kondisi kering tersebut sangat rentan memicu titik api liar yang berpotensi merembet cepat ke permukiman warga.
Baca Juga: Geger Temuan Jasad Bayi dalam Tas Ransel di Tenggarong Seberang, Polisi Amankan Ibu Kandung
Leksono Budi Santoso menegaskan bahwa penanganan ancaman karhutla tidak dapat dikerjakan secara parsial oleh satu pihak saja. Diperlukan komunikasi intensif dan kesiagaan personel pemadam di setiap lini agar potensi api segera padam sebelum meluas.
"Risiko karhutla masih tinggi selama musim kemarau berlangsung, sehingga diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga lingkungan dan meminimalkan dampaknya," tegas Leksono.
Selain memasok kebutuhan logistik, tim tanggap darurat pemadam kebakaran milik PT SUAN turut disiagakan untuk terjun bersama regu pemadam terpadu. Keberadaan tim pemadam perusahaan mempercepat waktu respons dalam mengendalikan titik panas yang terpantau di radar pengawasan.
"Melalui dukungan ini, kami berharap selalu dapat memberikan kontribusi terbaik serta membangun kerja sama yang harmonis dalam penanggulangan karhutla," imbuh Leksono. Langkah terpadu ini mencerminkan komitmen berkelanjutan PT Sawit Unggul Agro Niaga dalam menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar.
Korporasi memastikan program sosial kemasyarakatan terus digulirkan secara berkesinambungan demi menghadirkan manfaat nyata bagi pelestarian alam Kalimantan Timur. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo