KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Keselamatan warga Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, kini menjadi perhatian serius Pemkab Kukar. Setelah rute alternatif dibuka, Pemkab memetakan opsi relokasi permukiman.
Jalur darurat pengganti jalan poros yang amblas tersebut, kini telah difungsikan. Kendaraan roda empat dilaporkan sudah dapat melintas perlahan guna memulihkan mobilitas harian warga setempat.
Baca Juga: Drainase Jalan Asmawarman Bontang Capai 80 Persen, Finishing Tinggal Pasang Kanstin dan Cat
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar Muhammad Aidil menegaskan, pembukaan rute darurat ini merupakan respons taktis awal bersama unsur kecamatan dan desa.
"Terkait longsor di Jembayan, Dusun Margasari, kami dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Pemerintah Kecamatan Loa Kulu dan Desa Jembayan sudah membuat badan jalan alternatif," ujar Aidil.
Meski persoalan konektivitas mulai teratasi, ancaman terhadap keselamatan pemukiman warga masih membayangi. Dinas Perkim Kukar menggandeng tim konsultan teknis untuk menyisir tingkat kerawanan pergerakan tanah di sekitar tebing amblas.
"Untuk rumah-rumah yang berada di lokasi longsor, saat ini masih dalam tahap pendataan. Hasil identifikasi dari Dinas Perkim bersama konsultan nantinya akan disampaikan kepada pemerintah desa untuk menentukan langkah penanganannya," terang Aidil.
Baca Juga: Air Sungai Sangatta Berubah Kehijauan, Perumdam TTB Ungkap Penyebabnya
Kajian teknis tersebut nantinya menjadi pijakan utama dalam mengambil langkah penyelamatan. Pemkab menyiapkan dua skenario penanganan, yakni perbaikan struktur bangunan atau pemindahan permanen bagi keluarga yang tinggal di zona merah.
"Apakah nantinya direlokasi atau masih memungkinkan untuk tetap ditempati dan dilakukan rehabilitasi, itu akan kami lihat berdasarkan hasil identifikasi," bebernya.
Baca Juga: Stok BBM Kaltim Dipastikan Aman, Pertamina Optimalkan Pelayanan SPBU
Pihaknya memprioritaskan mitigasi risiko bencana karena struktur tanah di kawasan terdampak masih sangat labil. Pendekatan persuasif dan dialog terus dibangun agar para pemilik hunian menyadari potensi bahaya longsor susulan.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan berkomunikasi dengan pemilik rumah, karena melihat kondisi saat ini cukup rawan apabila warga tetap bertahan di lokasi tersebut," tegas Aidil.
Saat ini pendataan verifikasi faktual di lapangan masih bergulir secara mendalam. Pemkab Kukar memilih berhati-hati sebelum mempublikasikan total unit bangunan terdampak agar pendataan bantuan tepat sasaran.
"Untuk jumlah rumah yang terdampak, masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Teman-teman sudah turun ke lapangan untuk memastikan rumah atau tempat tinggal yang terdampak longsoran tanah," pungkas Aidil. (*)
Editor : Sukri Sikki