Dishub Kukar Target Pemasangan 4.000 LPJU Rampung Oktober  

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 18:12 WIB
Ahmad Junaidi
Ahmad Junaidi  

 

TENGGARONG - Jalur-jalur padat di Kukar yang selama ini minim penerangan bersiap bermandikan cahaya. Pemasangan  4.000 lampu jalan ditarget rampung sebelum November 2026.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar kini tengah memacu perampungan pemasangan sekitar 4.000 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di berbagai penjuru wilayah.

Baca Juga: Tradisi Belimbur Meriah, Erau Adat Kutai 2026 Sukses: Semangat Persatuan Bangun Daerah  

Langkah ini menyasar jalan-jalan poros kabupaten dengan mobilitas warga yang tinggi, khususnya kawasan pesisir seperti Samboja hingga Anggana. Proyek yang mencakup kawasan hulu hingga pesisir tersebut ditargetkan rampung total dan mulai menyala terang pada akhir Oktober 2026.

"Kurang lebih sekitar 4.000 titik. Itu dari hulu, tengah maupun di wilayah pesisir, hampir tersebar di seluruh kecamatan," ungkap Kepala Dishub Kukar Ahmad Junaidi saat ditemui di Tenggarong.

Menurut Junaidi, penentuan titik pemasangan LPJU didasarkan pada tingkat kerawanan dan kebutuhan riil masyarakat pengguna jalan. Jalur penghubung antardesa serta akses menuju sentra ekonomi dan wisata menjadi fokus utama penanganan tahun ini.

Baca Juga: Tradisi Belimbur, Kearifan Lokal yang Mengikat Persaudaraan

Beberapa kawasan pesisir mendapat perhatian khusus, antara lain Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Muara Badak, dan Anggana. Di Samboja, tiang-tiang lampu mulai berdiri di sepanjang jalan masuk menuju destinasi wisata Pantai Ambalat.

Sementara di Muara Jawa, penerangan difokuskan di Kelurahan Tama Pole dan Muara Kembang. Sentuhan serupa juga diarahkan ke kawasan bersejarah Kutai Lama di Muara Badak, serta jalur-jalur padat kendaraan di Anggana.

"Jalan-jalan kabupaten terutama yang cukup padat lintasnya itu yang kita prioritaskan," terang Junaidi menegaskan fokus Dishub.

Memasuki penghujung September, progres fisik di lapangan terpantau sudah menyentuh kisaran 40 hingga 50 persen. Tim teknis di lapangan terus mengebut tahapan pekerjaan sipil dan mekanikal agar target waktu kontrak tidak meleset.

"Kalau pengerjaan itu kan yang pertama penggalian lubang, kemudian pasang fondasi, kemudian pasang tiang, tarik kabel, kemudian kilometer dan sebagainya," bebernya merinci tahapan instalasi.

Terkait kebutuhan anggaran, pembiayaan dialokasikan bervariasi pada setiap ruas tergantung kontur medan dan panjang jalur yang ditangani. Di beberapa titik tertentu, estimasi kebutuhan dana rata-rata menembus angka Rp 200 juta per lokasi pengerjaan.

Meski rincian total anggaran belum dipaparkan menyeluruh, Dishub optimistis seluruh lampu bakal menyala serentak begitu tuntas dipasang. "Kalau kontrak kita akhir Oktober, akhir Oktober sudah bisa menyala insya Allah, mudah-mudahan tidak ada halangan," pungkas Junaidi. (*)

Editor : Sukri Sikki
junaidi dinas perhubungan LPJU pemkab kukar