KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Ruang publik dan kawasan kuliner terpadu Arbizz Space di Tenggarong resmi diperkenalkan sebagai magnet wisata baru yang menggerakkan puluhan pelaku UMKM lokal Kutai Kartanegara (Kukar).
Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Taman Pujasera Tenggarong tersebut telah beroperasi selama satu bulan penuh sebelum seremoni peluncuran resmi digelar.
Baca Juga: Kemanunggalan Nyata di Kukar, Kolaborasi Pemkab dan TNI Jaga Ketahanan Lumbung Pangan
Dari total 58 tenan yang disediakan, seluruh lapak telah habis berkontrak dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah asli Kukar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza menjelaskan, sebagian besar gerai kini sudah aktif melayani pembeli setiap harinya.
"Dari 58 tenan yang ada di sini, semuanya sudah berkontrak. Memang saat ini yang beroperasi itu ada 54 tenan, sementara empat tenan lainnya masih dalam proses rehabilitasi," ungkap Reza saat peluncuran Arbizz Space dan aplikasi KukarGo di Panggung Arbizz Space Tenggarong.
Baca Juga: Gebyar Literasi Kutim 2026 Berakhir, Bupati Ardiansyah Tekankan Pentingnya Literasi
Reza menambahkan, UMKM yang meramaikan Arbizz Space tidak hanya didominasi pedagang dari wilayah perkotaan Tenggarong saja.
Pelaku usaha dari kecamatan lain turut ambil bagian menjajakan produk unggulannya, termasuk peracik kopi asal kawasan Hambau, Kecamatan Kembang Janggut.
Konsep keterbukaan ini sengaja dibangun agar Arbizz Space menjadi etalase bersama yang mempertemukan aneka kreasi kuliner dari berbagai pelosok wilayah Kukar.
Letak Arbizz Space yang berada persis di jalur masuk utama kota dinilai sangat menguntungkan untuk memikat pengunjung maupun wisatawan luar daerah.
"Begitu kita turun dari jembatan, kawasannya sudah langsung terlihat di Tenggarong. Ini modal awal yang kuat untuk menjadikannya salah satu ikon kota," tutur Reza.
Baca Juga: Tekan Risk Stunting, Pemkot Balikpapan Intervensi Gizi 1.000 HPK dan Ibu Hamil KEK
Pemkab Kukar telah menyusun peta jalan pengembangan kawasan ini untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Fokus pada tahun pertama diarahkan sepenuhnya untuk membangun keramaian dan memperkuat pengenalan tempat di mata masyarakat luas.
"Tahun pertama ini memang kami fokuskan untuk membangun keramaian dulu biar masyarakat tahu, baru nanti ke depannya berkembang optimal menjadi ikon Tenggarong," jelasnya.
Kehadiran Arbizz Space melengkapi ragam objek wisata yang telah melegenda di Kota Raja, seperti Museum Mulawarman dan Pulau Kumala.
"Harapannya orang datang ke Tenggarong bukan hanya berwisata ke museum dan Pulau Kumala, tetapi kawasan ini juga menjadi destinasi pelengkap bersamaan dengan pusat kulinernya," imbuh Reza.
Guna memastikan kawasan tetap hidup dan semarak, Dinas Koperasi dan UKM Kukar menggandeng pihak ketiga dalam skema kerja sama operasional.
Kemitraan tersebut mencakup pengelolaan tenan sekaligus komitmen penyelenggaraan aneka kegiatan hiburan dan festival komunitas secara berkala.
"Kami berkontrak dengan pihak ketiga bukan sebatas menyewakan tenan, melainkan juga untuk memajukan kawasannya melalui gelaran event-event tematik," tegas Reza.
Skema pengelolaan profesional ini terbukti lebih efektif dan mampu menghemat alokasi biaya perawatan maupun operasional dari kas pemerintah daerah.
"Kalau mengandalkan dinas sendiri untuk mengadakan event secara rutin, tentu anggarannya terbatas. Dikelola pihak ketiga membuat pengelolaan jauh lebih efisien dan langkah promosi berjalan efektif," tandasnya.
Bagi masyarakat maupun pelancong yang berkunjung ke Kukar, Arbizz Space kini menjadi pilihan tepat untuk bersantai sembari mencicipi sajian kuliner khas daerah bersama keluarga. (*)
Editor : Sukri Sikki