Program TMMD Ke-130 di Kukar, Fokus Jalan Usaha Tani di Jembayan Tengah

ADV • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:53 WIB
KOMPAK: Program TMMD yang resmi dibuka di Lapangan Loa Kulu pada Selasa (13/10/2026) ini memprioritaskan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter. (IST)
KOMPAK: Program TMMD yang resmi dibuka di Lapangan Loa Kulu pada Selasa (13/10/2026) ini memprioritaskan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter. (IST)    

 

TENGGARONG - Akses pertanian di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, kini menjadi fokus utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kabupaten Kutai Kartanegara. Selama satu bulan ke depan, personel TNI dan pemerintah daerah berkolaborasi membangun infrastruktur strategis untuk mendukung produktivitas 100 hektare lahan pertanian warga.

Program yang resmi dibuka di Lapangan Loa Kulu pada Selasa (13/10/2026) ini memprioritaskan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter. Selain jalan, pembangunan mencakup lima jembatan kayu, gorong-gorong, lima titik sumur bor, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Seluruh target pengerjaan fisik dijadwalkan rampung pada 11 November 2026.

Baca Juga: Safari Subuh Ke-300 Pemkab Kukar, Bupati Aulia Minta Waspada Kebakaran dan Optimalkan Peran Masjid

Komandan Kodim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman menjelaskan, pemilihan lokasi di Jembayan Tengah didasarkan pada usulan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan sejak 2025. Desa ini dinilai strategis karena menjadi salah satu wilayah penghubung menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dari sisi strategis, Jembayan Tengah merupakan salah satu desa penghubung menuju wilayah IKN. Desa ini juga menjadi salah satu lokasi yang diusulkan dari beberapa desa, dengan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan, termasuk untuk kawasan pertanian,” kata Letkol Arm Benny Budiman.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut, infrastruktur ini krusial untuk menekan biaya produksi petani. Dengan akses yang lebih baik, proses distribusi hasil panen diharapkan menjadi lebih efisien guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Secara luasan, sekitar 100 hektare lahan akan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Tentunya, ini akan meningkatkan produktivitas petani,” ujar Aulia.

Selain sektor pertanian, TMMD ke-130 turut menyasar pembangunan lima unit MCK, renovasi satu musala, dan penanaman 3.000 pohon. Sebanyak 150 prajurit TNI dari berbagai matra diterjunkan untuk memastikan proyek fisik dan sasaran nonfisik seperti penyuluhan kesehatan serta pencegahan stunting berjalan maksimal.

Bupati Aulia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri ini dapat terus ditingkatkan intensitasnya. Ia menginginkan program pembangunan berbasis kemasyarakatan seperti TMMD ini mampu direalisasikan hingga empat kali dalam satu tahun ke depan. (pms)

Editor : Sukri Sikki
Aulia Rahman Basri kodim kukar Loa Kulu tmmd