KALTIMPOST.ID-Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kutai Timur (Kutim) hentikan Gerakan Pangan Murah (GPM). Pemberhentian program itu merupakan imbas dari efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Gerakan Pangan Murah merupakan program yang rutin dilaksanakan oleh Diskepang Kutim sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim Ery Mulyadi mengatakan GPM di Kutim akan dihentikan sampai waktu tidak ditentukan sesuai instruksi dari Bulog.
“Kemarin kami terima surat dari Bukog bahwa untuk sementara kegiatan GPM ini distop dulu sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujar Ery, Senin (10/2).
Program GPM itu telah berjalan selama beberapa tahun dan telah membantu menekan kenaikan harga pangan di Kutim.
Namun, dengan adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, program tersebut harus dihentikan sementara waktu.
Pemberhentian program GPM itu diharapkan tidak akan berdampak besar pada masyarakat, karena pemerintah masih memiliki program lain untuk menekan kenaikan harga pangan.
“Kami masih punya program lain seperti pasar tani, penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat untuk keluarga berisiko stunting, dan cadangan pangan pemerintah daerah untuk korban bencana,” ucap Ery.
Dengan demikian, masyarakat Kutim tidak perlu khawatir tentang ketersediaan pangan. Pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga ketersediaan pangan dan harga yang stabil untuk masyarakat. (jfr/rd)
JUFRIADI
Editor : Romdani.