KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kutai Timur (Kutim), perekonomian Kutim menunjukkan tren positif. Di mana tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 9,82 persen pada 2024.
Sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah sebesar 75,53 persen terhadap total PDRB.
Namun di sisi lain, Pemerintah Kabupaten juga mencatat peningkatan signifikan dalam sektor pertanian dan perkebunan, dengan PDRB tanpa migas dan batu bara meningkat sebesar 14,12 persen dibanding tahun 2023.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu Pemkab Kutim akan menjalankan transformasi ekonomi berbasis kerakyatan dengan mendorong pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai industri berbasis kerakyatan.
"Kita ingin mencoba mengolah kegiatan ekonomi ini dengan melibatkan sebesar-besarnya masyarakat ya, melalui IKM sebagai industri kerakyatan" ujarnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah kabupaten Kutim akan memberikan bantuan infrastruktur pendukung di antaranya rumah produksi serta mesin produksi.
Bantuan tersebut diharapkan agar masyarakat dapat melakukan pengolahan bahan baku mentah menjadi bahan jadi pada komoditas unggulan di antaranya, coklat, pisang dan karet.
"Kalau masyarakat juga kita beri kesempatan, saya yakin akan naik lagi nih. Nah, itu menunjukkan secara mikro, masyarakat juga sudah mulai terlibat di dalam proses pembangunan dan mereka menyejahterakan dirinya masing-masing" tambahnya.
Meskipun ada upaya diversifikasi ekonomi, sektor pertambangan dan migas tetap menjadi penyumbang utama ekonomi Kutai Timur. Bupati menyatakan bahwa sektor ini masih akan terus berlanjut karena kebutuhan nasional terhadap energi dan mineral masih tinggi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo