Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi Sudah Dua Kali Studi Banding ke Luar Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran, Ternyata Ini Alasannya...

Jufriadi • Kamis, 1 Mei 2025 | 17:45 WIB
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi.

SANGATTA – Dalam sebulan, Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi tercatat melakukan dua kali kunjungan kerja ke luar daerah. Di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah, aktivitas tersebut sempat menimbulkan pertanyaan publik. Menanggapi hal itu, Mahyunadi menyampaikan bahwa kunjungannya dilakukan sebagai bagian dari studi banding untuk mencari solusi terhadap sejumlah persoalan di Kutim.

"Efisiensi kan tidak melarang untuk keluar daerah. Kita itu mengacu kepada teori ya. Teori untuk menghindari kegagalan itu agar jangan mencoba-coba, mending kita belajar kepada yang ahlinya. Nah, kalau kalaupun APBD enggak ada anggarannya untuk itu, saya biaya sendiri berangkat. Enggak ada masalah," ujarnya, Kamis (1/5).

Ia mencontohkan kunjungannya ke Kabupaten Banyumas untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, Kutim saat ini belum memiliki sistem pengolahan yang optimal. “Kemarin saya waktu studi banding masalah sampah di Banyumas, ternyata memang jauh sekali Kutim saat ini, tidak mengolah sampah, kita hanya memungut dan membuang di TPA,” jelasnya.

Kunjungan lainnya dilakukan ke Sidrap, Sulawesi Selatan, terkait pengembangan sektor pertanian dan peternakan ayam petelur. Ia mengaku sebagian kunjungan ini ada muatan pribadi, karena tertarik mengembangkan usaha telur. Namun, ia menyebut kunjungan itu juga relevan dengan program pemerintah daerah yang akan membangun kandang ayam di dua pesantren.

“Kalau telur, karena saya ini mau usaha telur itu makanya saya katakan, kalau tidak ada biaya, ya saya biaya sendiri. Karena memang ada muatan pribadi. Saya jujur orangnya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa banyak pengetahuan teknis yang baru didapat dari kunjungan tersebut.

Meski demikian, Mahyunadi menyadari perlunya kehati-hatian agar kunjungan kerja tidak menimbulkan kesan jalan-jalan. “Jadi pergi itu studi banding, makanya saya sengaja ekspos bukan maksud untuk jalan-jalan. Tapi betul-betul ingin mendapatkan ilmu dari orang yang sudah berpengalaman,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#efisiensi anggaran #Wakil Bupati Kutim Mahyunadi #kunjungan kerja