KALTIMPOST.ID-Hujan dengan intensitas tinggi belakangan ini menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Muara Wahau dan Kecamatan Telen, Kutai Timur (Kutim).
Kepala BPBD Kutim Idris Syam menerangkan bahwa banjir telah mulai merendam permukiman warga dan akses jalan di dua kecamatan tersebut, Rabu (21/5) sekitar pukul 13.00 Wita.
Di Kecamatan Telen, kata Idris, banjir tercatat merendam beberapa desa. Di Desa Marah Haloq, air setinggi sekitar 30 sentimeter menggenangi jalan dan permukiman.
Di Desa Muara Pantun, air naik hingga 90 sentimeter di sekitar area jalan Kilometer 3 Batu Redi.
Desa Lung Melah juga terdampak. Dengan air mulai memasuki permukiman warga di RT 001 dan merendam lahan perkebunan hingga 30–40 sentimeter.
“Air juga dilaporkan mulai masuk ke wilayah permukiman dan jalan desa di Long Noran, Long Segar, dan Kernyanyan,” ujar Idris, Rabu (21/5) malam.
Sementara itu, Kecamatan Muara Wahau, kondisi banjir bervariasi. Di Desa Diak Lay dan Desa Dabeq, air masih menggenangi jalan utama desa.
Banjir di dua desa itu memiliki ketinggian air sekitar 65–75 sentimeter. Sehingga akses masih belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di Desa Jak Luay, ketinggian air bertahan di sekitar 80 sentimeter di kawasan permukiman.
Genangan air juga masih terlihat di beberapa titik jalan dan permukiman di Desa Nehas Liah Bing, Long Wehea, dan Muara Wahau, meskipun volume air di sebagian besar wilayah tersebut dilaporkan mulai menurun.
Banjir yang terjadi di Kecamatan Muara Wahau diduga kuat akibat luapan Sungai Wahau, yang dipicu oleh curah hujan tinggi serta adanya banjir kiriman dari hulu sungai.
Kondisi itu menyebabkan air menggenangi akses jalan, fasilitas umum, area perkebunan, dan permukiman warga, terutama yang berada di bantaran sungai.
“Hingga kini belum ada laporan warga yang mengungsi. Namun, di Kecamatan Telen, volume air justru dilaporkan terus meningkat,” tambahnya
Idris mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Perkembangan situasi akan terus dilaporkan secara berkala sesuai kondisi di lapangan.
“Kami monitor perkembangannya ke pihak kecamatan. Kalau belum surut sampai besok, kami akan turun untuk evakuasi dan logistik,” beber Idris. (jfr/rd)
JUFRIADI
Editor : Romdani.