SANGATTA – Hanya berjarak sekitar 15 menit berkendara dari pusat kota Sangatta Utara, sebuah petualangan alam menanti di selatan. Tanjung Perancis, destinasi wisata bahari yang terletak di Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur, kini mulai mencuri perhatian para pelancong yang mencari ketenangan dan panorama alam yang masih perawan.
Perjalanan dimulai dari dermaga kecil yang menjadi gerbang menuju keindahan tersembunyi ini. Dari sana, pengunjung menumpangi perahu motor menyusuri Sungai Naga. Selama 15–20 menit, mata dimanjakan oleh lanskap hutan mangrove yang rimbun dan udara segar yang khas dari ekosistem bakau.
Biaya perjalanan pulang-pergi berkisar Rp200 ribu per perahu, namun pengalaman yang ditawarkan terasa tak ternilai. Sesampainya di Tanjung Perancis, hamparan pasir putih berpadu dengan deburan ombak dan laut biru jernih menyambut hangat setiap pengunjung.
Suasana yang tenang, jauh dari kebisingan kota, membuat tempat ini cocok sebagai lokasi relaksasi maupun liburan keluarga. Di kawasan wisata ini, telah tersedia berbagai fasilitas penunjang seperti villa, gazebo, serta tempat duduk di beberapa titik strategis.
Tak hanya itu, pohon-pohon pinus yang tumbuh rindang di salah satu sudut pulau menambah kesan alami dan sejuk. Lingkungan yang bersih dan terawat turut memperkuat daya tariknya.
“Ini sudah kunjungan saya yang kedua. Tetap terasa menyenangkan dan nggak pernah bosan. Tempatnya tenang dan cocok untuk quality time bareng keluarga,” tutur Fani, pengunjung asal Sangatta yang datang bersama kerabat.
Kini, Tanjung Perancis menjadi salah satu opsi wisata alternatif bagi warga lokal maupun wisatawan luar daerah yang ingin menikmati keindahan laut tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Cocok sebagai pelarian sejenak dari rutinitas, sekaligus ruang untuk merayakan kebersamaan di tengah pesona alam yang menenangkan.
Editor : Muhammad Ridhuan