KALTIMPOST.ID, SANGATTA – DPRD Kaltim meminta perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kutai Timur (Kutim) tidak hanya fokus mengeksplorasi sumber daya alam. Tapi juga ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan ekonomi masyarakat lokal, khususnya lewat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Perusahaan yang ada di sini tidak semata-mata mengambil sumber daya alamnya saja, tapi mereka harus kembangkan pasca tambangnya nanti,” kata Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, saat ditemui di Sangatta.
Ia menilai, selama ini pelaku UMKM di daerah banyak yang bergerak sendiri, dengan dukungan yang minim. Padahal, sektor ini terbukti tangguh dan tetap hidup meski diterpa krisis seperti pandemi Covid-19.
“Usaha yang enggak ada matinya, walaupun saat diterpa covid kemarin itu juga masih terus tumbuh subur,” ujarnya.
Syarifatul mendorong agar perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bisa aktif memberikan pelatihan, permodalan, dan membantu pemasaran produk-produk lokal. Termasuk memfasilitasi kemasan dan branding agar produk UMKM bisa bersaing di pasar lebih luas.
“Contohnya amplang batu bara. Produk khas Kutim itu punya cita rasa dan tampilan yang khas. Kalau dibantu marketing dan packaging-nya, saya yakin bisa tembus pasar luar,” katanya.
Ia mengingatkan, keberadaan perusahaan besar harus memberi dampak jangka panjang. Tidak hanya saat masa eksploitasi tambang berlangsung, tetapi juga pasca tambang, ketika masyarakat lokal harus mandiri secara ekonomi.
“Perusahaan-perusahaan yang besar di sini dengan CSR-nya kami harapkan ikut membantu pemberdayaan UMKM,” tegasnya. (*)
Editor : Duito Susanto