KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melakukan penyesuaian pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan pendekatan yang lebih realistis dan merata.
Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa beberapa target awal dinilai kurang sesuai dengan kondisi di lapangan. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyebutkan, salah satu bentuk penyesuaian dilakukan pada program ketahanan pangan, khususnya dalam hal pembukaan lahan pertanian baru.
“Dari RPJMD itu kita akan mencetak 100.000 lahan sawah kita sesuaikan karena potensinya memang tidak sampai segitu,” ujarnya. Penyesuaian dilakukan dengan mengalihkan sebagian besar target lahan ke pengembangan komoditas hortikultura. Mahyunadi mengatakan pendekatan ini diambil berdasarkan hasil kajian terhadap potensi aktual lahan di Kutim.
“Jadi kita penyesuaian akhirnya tetap holtikultura tapi 20.000-nya lahan sawah, 80.000-nya lahan holtikultura lainnya seperti jagung dan lain-lainnya. Itu contoh ada beberapa penyesuaian ya, tapi tetap kita laksanakan secara konsisten,” jelasnya.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Sudah Terbentuk di Kutim, Tapi Belum Siap Jalan, Ternyata Ini Alasannya
Sementara itu, persoalan ketimpangan pembangunan antara wilayah kota dan pedalaman turut menjadi perhatian dalam penyesuaian RPJMD. Mahyunadi secara terbuka mengakui ketimpangan tersebut masih terjadi di Kutim. Ia menilai beberapa proyek sebelumnya di pusat pemerintahan tidak berdampak langsung bagi masyarakat luas, sehingga arah pembangunan perlu dievaluasi ulang.
“Makanya yang akan datang mungkin Bukit Pelangi kita tidak tidak terlalu maksimalkan. Cukuplah sudah Bukit Pelangi. Yang banyak juga yang salah sasaran ya. Yang lalu makanya yang akan datang mungkin kita tidak terlalu maksimalkan,” ucap Mahyunadi.
Penekanan juga diberikan pada pengembangan infrastruktur dasar, termasuk jalan, jembatan, serta infrastruktur digital yang dinilai krusial untuk konektivitas antarwilayah dan kemajuan desa-desa di Kutim.
“Terutama sekali dalam membuka ketersediaan baik dari infrastruktur dasar maupun digital. Dasar yaitu jalanan, jembatan dan lain sebagainya maupun digital, infrastruktur yang bisa membawa akses internet sampai ke desa-desa paling ujung,” paparnya. Ia berharap, penyesuaian dalam RPJMD kali ini bisa berdampak nyata dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Kutim. (*)
Editor : Muhammad Rizki