KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Persoalan gas melon 3 kilogram di Kutai Timur (Kutim) kembali mencuat. Kelangkaan, harga yang tak terkendali, hingga antrean panjang masih menjadi keluhan klasik masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, Pertamina bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim mendorong warga mampu agar beralih ke LPG non-subsidi, yaitu Bright Gas 5,5 kilogram.
Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim, Achmad Donny Efendi menjelaskan bahwa salah satu penyebab krisis LPG subsidi ini adalah distribusi yang tidak tepat sasaran.
“Masih banyak warga yang secara ekonomi mampu namun tetap menggunakan LPG bersubsidi. Padahal, sebenarnya mereka sudah bisa beralih ke Bright Gas, yang justru lebih hemat dalam pemakaian,” ujar Donny.
Sebagai langkah konkret, Pertamina dan Disperindag Kutim menggelar program tukar tabung gas di Pasar Induk Sangatta pada 22–23 Juli 2025. Melalui program ini, warga cukup membawa dua tabung gas kosong ukuran 3 kilogram dan membayar Rp 115 ribu, untuk ditukar dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram berisi penuh.
Program ini menyasar kelompok masyarakat mampu, pelaku UMKM dengan kapasitas besar, serta ASN atau pegawai yang selama ini masih menggunakan LPG subsidi.
“Program serupa sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Kecamatan Wahau dan Kongbeng. Penggunaan Bright Gas meningkat signifikan di wilayah tersebut,” tambah Donny.
Menurutnya, bila antusiasme di Sangatta tinggi, program serupa akan diperluas ke kecamatan lainnya.
Sementara itu, Checker Pertamina Patra Niaga, Fatchurrohim, mengungkapkan bahwa untuk kegiatan di Pasar Induk Sangatta ini, Pertamina menyediakan sekitar sekitar 110 tabung Bright Gas berbagai ukuran, termasuk tabung isi 5,5 kg dan 12 kg.
“Itu sudah termasuk isi penuh. Jadi tabung barunya gratis, tinggal bayar isi gasnya saja. Sedangkan untuk tabung 12 kg saat ini hanya tersedia layanan refill, belum termasuk dalam program tukar,” jelasnya.
Fatchurrohim juga mencatat bahwa respons warga cukup tinggi.
“Baru satu jam setengah dimulai, sudah ada sekitar 40 warga yang ikut serta. Padahal di kegiatan sebelumnya butuh waktu seharian untuk mencapai angka itu,” ungkapnya.
Sebagai daya tarik tambahan, Pertamina juga menyiapkan berbagai hadiah langsung bagi peserta program trade-in, seperti gula, beras, dan merchandise. Bahkan, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor akan diundi khusus bagi peserta penukaran tabung.
“Undian motor akan dilaksanakan pada 17 Agustus mendatang, dan pemenangnya akan diumumkan lewat Instagram @energizingborneo,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto