KALTIMPOST.ID-Target Persikutim United untuk tampil di Liga 3 PNM Nusantara terus digodok.
Di tengah semangat membangun tim yang lebih profesional, manajemen klub kini tengah fokus pada satu tantangan utama yakni kesiapan anggaran.
Manajemen Persikutim United Pandi Widiarto mengakui bahwa urusan finansial masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Termasuk anggaran untuk keperluan tes kompetensi pemain dan kebutuhan operasional tim secara umum.
“Iya, itu poinnya. Dari sisi kesiapan anggaran, kami masih menggodok. Tapi alhamdulillah, sudah ada support dari beberapa komunitas,” ujarnya.
Meski belum sepenuhnya rampung, sinyal dukungan dari internal manajemen sudah mulai terlihat.
Pihak direksi disebut telah memberikan lampu hijau untuk kebutuhan dasar tim, meski detailnya belum bisa diumumkan ke publik.
“Sudah ada dukungan dari direksi terkait keperluan tim. Tapi belum bisa disebutkan karena masih dalam tahap persiapan,” katanya.
Dalam hal transparansi keuangan, manajemen menjanjikan akan membuka semua informasi di waktu yang tepat.
Biasanya, kata Pandi, hal itu dilakukan menjelang atau setelah kompetisi berlangsung.
“Nanti seluruh keterbukaan informasi soal keuangan akan kami sampaikan. Biasanya itu sebelum atau setelah kompetisi,” tambahnya.
Bagi manajemen, tantangan finansial bukan satu-satunya fokus. Lebih dari itu, mereka tengah membangun struktur organisasi tim yang solid, efisien, dan profesional.
Pandi menekankan pentingnya kualitas sumber daya dalam membentuk manajemen yang tangguh.
“Manajemen yang kuat dan profesional itu mutlak. Kami ingin tim ini bisa berjalan konsisten, bukan hanya 1–2 tahun,” tegasnya.
Ia menambahkan, efektivitas menjadi prinsip dasar dalam menyusun komposisi tim kerja. Kualitas, bukan kuantitas, yang menjadi ukuran.
“Yang penting bukan banyaknya orang, tapi mereka harus berkompeten dan punya kecintaan terhadap sepak bola,” jelasnya.
Dari sisi sponsor, Persikutim tengah menyusun strategi untuk menjalin kemitraan yang lebih luas.
Tak hanya mengandalkan satu-dua pihak besar, manajemen membuka ruang partisipasi dari berbagai sektor di Kutim.
“Sponsor ini yang sedang kita atur. Kami ingin melibatkan semua pihak, karena sepak bola sekarang sudah menjadi industri nasional,” ungkapnya.
Dukungan lokal pun mulai terlihat. Salah satunya tercermin dari atribut tim yang dipakai saat sesi wawancara. Jersey tersebut merupakan sumbangan dari salah satu pelaku usaha di Kutim.
Dengan langkah yang terus dibangun, Persikutim berharap bisa naik kelas dan menjadi tim yang tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bertransformasi menjadi klub yang profesional dan mandiri.
“Karena kami yakin, dengan dukungan bersama, sepak bola Kutim bisa naik kelas,” tutupnya. (rd)
JUFRIADI
Editor : Romdani.