Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kutim Ikut Gelar GPM Serentak Nasional, Warga Dapatkan Sembako Harga Terjangkau

Jufriadi • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 17:42 WIB
KEBUTUHAN: Warga Kutim mengantre membeli paket sembako murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Folder Ilham Maulana, Sangatta Utara, Sabtu (30/8/2025).
KEBUTUHAN: Warga Kutim mengantre membeli paket sembako murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Folder Ilham Maulana, Sangatta Utara, Sabtu (30/8/2025).

KALTIMPOST.ID, SANGATTA — Fluktuasi harga kebutuhan pokok masih menjadi persoalan utama bagi masyarakat Kutai Timur (Kutim). Untuk meredam potensi lonjakan sekaligus menjaga daya beli, Pemkab Kutim menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Sabtu (30/8). Kegiatan ini dilaksanakan serentak secara nasional.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menegaskan program pangan murah merupakan bentuk intervensi pasar yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Untuk kali ini, kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Folder Ilham Maulana di Kecamatan Sangatta Utara serta halaman Kantor Camat Sangatta Selatan.

“Semua titik ini menyalurkan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar,” ungkapnya. Di Folder Ilham Maulana, sembako yang dilepas mencapai 5 ton beras, 1 ton minyak goreng, dan 1 ton gula pasir.

Harga paket yang dijual, berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir yang bisa ditebus Rp102 ribu. Angka ini jauh di bawah harga pasar. Novi menegaskan kebijakan percepatan distribusi stok pangan adalah instruksi langsung dari pusat.

“Stok kita sebenarnya melimpah, berdasarkan laporan terakhir dari Menteri Pertanian masih ada sekitar 1,3 juta ton beras yang harus disalurkan hingga akhir 2025. Maka dari itu, pemerintah pusat mendorong percepatan distribusi agar stok tidak menumpuk dan masyarakat bisa memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Meski inflasi Kutim saat ini tergolong sedang, namun potensi lonjakan harga tetap terbuka terutama menjelang akhir tahun. “Tapi program seperti ini penting untuk mencegah lonjakan harga, terutama menjelang musim penghujan dan akhir tahun yang biasanya menyebabkan gangguan distribusi,” terangnya.

Novi mengingatkan program pangan murah bukanlah solusi permanen terutama terhadap pengentasan kemiskinan. Namun program semacam ini katanya, dapat membantu masyarakat terhadap pemenuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Turunnya angka kemiskinan itu proses panjang, tidak bisa hanya dengan satu program. Tapi bantuan pangan ini sangat krusial untuk menjaga konsumsi masyarakat tetap terjaga. Data dari pusat tetap kita verifikasi agar penyaluran tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Kutim tengah menyiapkan strategi lain agar ketergantungan pada pasokan luar berkurang. Mulai dari pembukaan lahan sawah baru, peningkatan produksi pertanian sampai pada penguatan sistem irigasi.

“Ini bagian dari arahan nasional menuju swasembada pangan. Kita ingin Kutim tidak hanya mengandalkan pasokan luar, tapi bisa mulai membangun kemandirian pangan dari hulu ke hilir,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#daya beli #harga kebutuhan pokok #gerakan pangan murah #kutai timur