Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cegah Keracunan Massal MBG, TNI di Kutai Timur Ikut Perketat Pengawasan

Jufriadi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 18:41 WIB

 

Komandan Kodim 0909 Kutim, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto
Komandan Kodim 0909 Kutim, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto

SANGATTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Di Kutai Timur (Kutim), jajaran TNI melalui Kodim 0909/KTM ikut turun tangan mengawal agar program berjalan lancar dan aman.

Komandan Kodim 0909 Kutai Timur, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, menegaskan MBG merupakan program prioritas nasional yang wajib dijaga bersama. “Ini kan sudah menjadi program utama Presiden. Jadi semua stakeholder harus punya tanggung jawab untuk menyukseskan, bukan hanya TNI saja,” ucapnya.

Saat ini di Kutim telah berdiri 42 titik dapur yang menyuplai makanan bergizi bagi lebih dari 21 ribu penerima manfaat. Mulai dari pelajar hingga ibu hamil dan menyusui. Tiga dapur di antaranya baru beroperasi dalam sebulan terakhir, termasuk yang berada di kawasan APT Pranoto.

Ragil menyebut pengawasan tidak hanya terfokus di Sangatta, tetapi juga menyebar hingga ke kecamatan. Koramil dan Babinsa dilibatkan untuk mendampingi mulai dari penyortiran bahan baku, proses memasak, hingga pendistribusian makanan.

“Pemerintah daerah juga membentuk satgas percepatan pembangunan dapur MBG. Tugas Kodim adalah mendampingi dan mengawasi di lapangan,” jelasnya.

Langkah ini sebagai antisipasi potensi keracunan massal yang sempat terjadi di daerah lain. Ragil mengingatkan, faktor risiko bisa datang dari kualitas bahan baku yang menurun akibat distribusi panjang, higienitas dapur, hingga penyimpanan makanan.

“Contoh paling sederhana adalah telur. Kalau distribusinya memakan waktu lama, kualitasnya bisa menurun. Karena itu pengawasan harus ketat sejak tahap penyortiran bahan baku,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar makanan segera dikonsumsi di sekolah. “Makanan ini punya masa waktu. Harus habis jam 1 atau jam 2 siang. Kalau dibawa pulang, bisa basi dan itu berisiko menimbulkan keracunan,” terangnya.

Dengan pengawasan menyeluruh, Kodim optimistis MBG di Kutim berjalan sesuai harapan. “Tujuan Presiden, tujuan pemerintah, dan tujuan negara adalah memastikan anak-anak kita serta masyarakat mendapat gizi yang layak. Itu tugas kita bersama,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Kodim 0909 Kutai Timur #Makan Bergizi Gratis #prabowo subianto #Mbg #keracunan massal