SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali mengusulkan kelanjutan pembangunan Jembatan Ring Road II di Kecamatan Sangatta Utara tahun anggaran 2026.
Rencana ini diajukan menyusul rampungnya jembatan sisi sebelah yang telah resmi beroperasi pada Kamis (26/6/2025) lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia mengatakan bahwa pihaknya telah memasukkan rencana pembangunan sisi jembatan yang belum terselesaikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
“Rencananya tahun depan, untuk tahun anggaran 2026 direncanakan. Cuma RKPD ini masih berjalan, masih pembahasan. Tapi kita sudah usulkan supaya bisa masuk, kita lihat juga dengan kondisi keuangan kita. Kalau bisa lebih bagus, supaya balance antara jalan kiri dan kanan," ujar Joni.
Joni menjelaskan, nilai pekerjaan untuk proyek lanjutan ini sama dengan jembatan sisi sebelumnya. Hanya saja, nantinya tetap akan melalui proses tender baru untuk menentukan pelaksana kegiatan. “Sama saja dengan sebelahnya, sama persis. Untuk yang ngerjain beda lagi. Pasti ditender,” jelasnya.
Jembatan tersebut menjadi penghubung dua ruas jalan penting di Sangatta, yakni Jalan Abdullah dengan Jalan AW Sjahranie. Struktur jembatan ini masuk dalam kategori A dengan panjang 30 meter dan lebar bentang 7,4 meter. Proyek ini menelan biaya sekitar Rp 7,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim.
Saat ini jembatan sisi yang belum selesai masih menggunakan jembatan Bailey atau jembatan sementara dengan rangka baja dan kayu ulin sebagai penghubung lalu lintas.
Joni menjelaskan, rencana pembangunan Jembatan Ring Road II tersebut telah mendapat dukungan dan dibahas bersama DPRD Kutim. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu kesiapan anggaran daerah untuk direalisasikan.
"Sempat juga dibahas di dewan. Dewan mendukung itu supaya bisa dianggarkan kembali. Cuma kan kita kembalikan ke pemerintah anggarannya. Kalau kami, istilahnya siap saja untuk membangun itu," pungkasnya.(*)
Editor : Sukri Sikki