Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Selangkah Lagi, Lom Plai Kutim Siap Tembus Event Nasional KEN 2026

Jufriadi • Selasa, 4 November 2025 | 16:19 WIB
BUDAYA: Tarian Hudoq menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian Festival Lom Plai di Kecamatan Muara Wahau April lalu.
BUDAYA: Tarian Hudoq menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian Festival Lom Plai di Kecamatan Muara Wahau April lalu.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mendorong festival adat dan budaya Lom Plai kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Upaya itu kini memasuki tahap krusial, setelah kegiatan budaya khas Suku Dayak Wehea Kecamatan Muara Wahau tersebut lolos seleksi administrasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Akhmad Rifanie, menyebut pihaknya akan melakukan presentasi langsung mengenai festival ini di hadapan kurator kementerian pada 14 November mendatang.

"Tahapnya, tinggal tahap presentasi di depan para kurator tanggal 14 nanti. Mudah-mudahan pada saat presentasi bisa dilancarkan. Artinya dilancarkan Lom Plai masuk KEN 2026," ujarnya, Selasa (4/11).

Lom Plai sendiri merupakan festival adat suku Dayak Wehea di Kutim yang rutin digelar tiap tahun sebagai ungkapan syukur atas hasil panen. Acara ini menampilkan ritual adat, tarian, dan musik tradisional yang menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisatawan.

Selain festival Lom Plai kata Rifanie, masih ada tiga event besar lainnya di Kalimantan Timur juga yang tengah berjuang masuk KEN 2026. Yakni Borneo Culture Week 7.0, Erau Adat Kutai, dan Balikpapan Fest.

Menurut Rifanie, salah satu syarat utama agar festival dapat diakui sebagai bagian dari KEN ialah konsistensi penyelenggaraan dan dampaknya pada masyarakat.

Karena itu, pihaknya menyiapkan seluruh bahan presentasi Secara matang, termasuk data pendukung yang menunjukkan nilai ekonomi dan sosial dari pelaksanaan Lom Plai.

"Sudah kita persiapkan. Itu berdasarkan data yang sudah terjadi tahun ini 2025. Itulah yang kita pakai juga untuk mempresentasikan," terangnya.

Festival Lom Plai sendiri selama ini dikenal memiliki kekhasan yang kuat, karena mengangkat adat dan budaya masyarakat Dayak Wehea sebagai salah satu suku yang dikenal menjaga keseimbangan antara tradisi leluhur dan kelestarian alam.

Nilai-nilai luhur itu tersaji dalam proses ritual, kesenian, dan perayaan yang menggambarkan harmoni manusia dengan alam.

Rifanie optimis festival kebanggaan masyarakat Kutim ini bisa masuk jajaran event nasional lainnya di KEN 2026. "Insyaallah, kita optimis memang. Tahap pengumuman nanti finalnya, biasanya diumumkan di Januari," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Lom Plai #kutai timur #Lom Plai Wahea #Adat #Dayak #festival #budaya