KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp7 triliun tidak akan memengaruhi program unggulan Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim), yaitu Gratis Pol dan Jos Pol.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji memastikan dua program pendidikan itu tetap berjalan penuh karena menjadi prioritas utama dalam mendorong terwujudnya Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.
“Kalau untuk Gratis Pol dan Jos Pol kami yakinkan tidak terpengaruh. Cuma pasti pembangunan-pembangunan yang lain akan sedikit berkurang karena kita 7 triliun kurangnya, sangat banyak untuk Kalimantan Timur” tegas Seno, dalam kunjungannya ke Kutai Timur, Sabtu (16/11) malam.
Program tersebut kini sudah dinikmati mahasiswa di seluruh perguruan tinggi Kaltim. Bahkan, mulai awal 2026, pembiayaan akan mencakup kuliah dari semester 1 hingga semester 8 secara penuh.
Meski sektor pendidikan aman, Seno mengakui pemotongan DBH berpengaruh terhadap program pembangunan fisik, terutama infrastruktur. Namun, Pemprov telah menyiapkan strategi agar proyek tetap berjalan melalui pembiayaan Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN).
“Infrastruktur kita akan datangkan dari pusat melalui APBN,” jelasnya.
Menurut Seno, Pemprov sedang membuka komunikasi dengan Kementerian Keuangan untuk membahas skema tambahan pembiayaan. Dua opsi yang tengah dipertimbangkan yakni penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
“Tapi kami terus berusaha kepada Menteri Keuangan untuk bisa menghadirkan yang lain. Artinya sebagai pengganti apakah nanti itu DAK, DAU dan lain sebagainya,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov juga akan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Gratis Pol. Salah satu kendala yang ditemukan adalah masih adanya masyarakat yang belum mengetahui kewajiban mendaftar secara daring, sehingga sosialisasi akan diperkuat.
"Kendalanya satu, bahwa mereka harus men-submit namanya, mendaftarkan namanya di online. Nah, itu masih ada beberapa masyarakat yang belum mengetahuinya. Ini perlu sosialisasi lebih jauh lagi," katanya. (*)
Editor : Ismet Rifani