Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Diskop UKM Kutim Luncurkan Aplikasi SIGAP, Pendataan Koperasi Kini Serba Digital

Jufriadi • Kamis, 27 November 2025 | 17:43 WIB
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dalam peluncuran Aplikasi SIGAP Koperasi di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Kamis (27/11).
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dalam peluncuran Aplikasi SIGAP Koperasi di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Kamis (27/11).

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Pendataan koperasi di Kutai Timur (Kutim) kini beralih dari sistem manual ke digital. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) resmi meluncurkan Aplikasi SIGAP (Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat) Koperasi pada Kamis (27/11).

Platform berbasis web ini disiapkan untuk mempercepat, memperjelas, dan menertibkan data kelembagaan koperasi di daerah.

Kepala Diskop UKM Kutim Teguh Budi Santoso menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan pemutakhiran data jumlah koperasi. Di dalamnya, memuat informasi status kelembagaan, pengurus, lokasi atau domisili, hingga jenis usaha masing-masing koperasi.

“Dengan adanya informasi koperasi tersebut tentunya akan mempermudah dalam mengidentifikasi monitoring dan evaluasi,” katanya.

Teguh menambahkan, kehadiran SIGAP akan memangkas berbagai proses dan meningkatkan efektivitas pengawasan koperasi. Sistem ini memungkinkan pemantauan dilakukan lebih terukur dan tepat sasaran, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kelembagaan.

Selain itu, aplikasi juga menyediakan basis data yang valid dan real time. Dengan begitu, tata kelola koperasi diharapkan semakin transparan dan akuntabel.

“Semuanya bertujuan untuk koperasi sehat yang pada akhirnya akan mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya koperasi dan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Ia berharap SIGAP bisa dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga benar-benar memberi dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian daerah.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyoroti adanya tren kenaikan jumlah koperasi berstatus sehat dalam dua tahun terakhir. Ia menyebut kondisi itu menunjukkan perbaikan signifikan.

Menurut Ardiansyah, dari total sekitar 1.450 koperasi, kini sudah ada sekitar 500 yang berstatus sehat. Jumlah itu melonjak jauh dibanding dua tahun sebelumnya yang hanya mencapai 47 koperasi sehat.

“Dalam tempo singkat, kita sudah mulai memperbaiki koperasi sebagaimana asta cita Bapak Presiden yang fokus pada koperasi,” ujarnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman #Diskop UKM Kutim #aplikasi sigap #budi santoso