SANGATTA – Upaya membangun pembibitan atlet esports sejak usia remaja kini mulai digarap serius Esports Indonesia (ESI) Kutai Timur (Kutim).
Organisasi ini menargetkan esports menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di seluruh SMP. Hal ini sebagai langkah awal memperluas ekosistem dan menyiapkan atlet muda yang lebih terarah.
Ketua Umum ESI Kutim, Maswar, menyampaikan langkah ini menjadi fokus awal setelah dirinya resmi memimpin organisasi tersebut.
Meski masih baru, ia langsung mendorong percepatan pemetaan sekolah sasaran. Dari pendataan awal, ESI Kutim telah menjangkau sekitar 92 SMP di berbagai kecamatan.
Baca Juga: Ratusan Koperasi Kutim Tak Lagi Berfungsi, Banyak Pengurus Pindah hingga Meninggal
Koordinasi dilakukan untuk memperkenalkan esports sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur, sekaligus membangun sistem pembibitan atlet sejak dini.
"Jadi kami akan masuk ke sekolah-sekolah SMP di seluruh Kabupaten Kutai Timur," katanya. Ia menyebut pihaknya telah bertemu dengan sejumlah kepala sekolah dalam rangka memperkuat pembinaan di kelompok usia U-15.
Menurutnya, pembinaan harus mengacu pada aturan batas usia minimal pemain esports. “Olahraga e-sport mengisyaratkan 13 tahun ke atas,” ujarnya singkat. Karena itu, ESI menargetkan pembinaan atlet pada rentang usia 13–15 tahun, sesuai klasifikasi yang diakui secara nasional.
Baca Juga: Kutim Benahi Tata Kelola Data: Bupati Minta Sistem Terpusat Segera Jalan
Sementara itu, realitas di lapangan menunjukkan mayoritas pemain saat ini masih didominasi pelajar SMA hingga mahasiswa. Situasi inilah yang mendorong ESI Kutim mempercepat pengembangan pembinaan usia lebih muda agar ekosistem esports di daerah memiliki jenjang dan kesinambungan yang jelas.
"Jadi umur yang kita siapkan untuk atlet itu 13 sampai 15 tahun. Walaupun kenyataannya memang yang main sekarang masih di umur SMA sampai anak kuliah," lanjutnya.
Maswar juga menegaskan bahwa koordinasi tidak hanya dilakukan di pusat kota. “Delapan belas kecamatan sudah kami koordinasi,” ujarnya. Program ini kata Maswar diharapkan membuka ruang pembinaan formal bagi anak-anak SMP serta mempersiapkan generasi atlet esports Kutim yang lebih kompetitif sejak usia dini. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki