KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Memasuki Desember 2025, serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai masih jauh dari optimal.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengungkapkan bahwa sebagian besar program yang berjalan merupakan pekerjaan fisik yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 5.000 paket pengerjaan.
Menurut Jimmi, mayoritas kegiatan tersebut masih berada pada tahap awal pelaksanaan sehingga belum dapat dipastikan tingkat penyerapannya.
“Mereka baru proses pelaksanaan awal. Jadi belum bisa dipastikan itu terserap. Nanti di akhir-akhir baru bisa kelihatan pekerjaan mana yang sudah selesai,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai laporan sementara terkait presentase serapan dari pekerjaan yang telah rampung, Jimmi mengaku belum menerima data resmi.
“Belum ada. Tapi mudah-mudahan kita optimis. Ini bentuk rasa syukur kita ketika tahun depan APBD mengalami penurunan. Sekarang harus dilaksanakan maksimal,” ucapnya.
Di sisi lain, Jimmi tidak menampik adanya potensi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang cukup besar pada APBD 2025. Faktor waktu yang mepet disebut menjadi penyebab utamanya.
"Banyak. Karena biasa, waktunya juga lambat,” kata dia.
Namun begitu, Jimmi menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa memprediksi besaran SiLPA.
“Belum tahu. Mereka masih kerja, jangan dulu lah,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto