Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sebagian Wilayah di Kutai Timur Terendam Banjir, 300 Kepala Keluarga Dievakuasi Tim Gabungan

Jufriadi • Senin, 8 Desember 2025 | 11:14 WIB
SIGAP: Proses evakuasi korban banjir di Kecamatan Karangan, Kutai Timur, langsung dilakukan petugas gabungan saat banjir datang.
SIGAP: Proses evakuasi korban banjir di Kecamatan Karangan, Kutai Timur, langsung dilakukan petugas gabungan saat banjir datang.

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA–Kepanikan melanda beberapa wilayah di Kecamatan Karangan, Kutai Timur (Kutim), Minggu (7/12) malam, setelah banjir menerjang permukiman dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah.

Sekitar 300 kepala keluarga (KK) di Desa Karangan Dalam dan Karangan Seberang terdampak ketika air setinggi 40–50 sentimeter menggenangi wilayah tersebut.

Kapolsek Sangkulirang Iptu Erik Bastian menjelaskan, Karangan Dalam menjadi kawasan paling berat. Enam RT mulai RT 01 hingga RT 06 telah terendam dan menyebabkan 200 KK terdampak. Kondisi serupa terjadi di Desa Karangan Seberang. Enam RT, yakni RT 01, 02, 03, 04, 05 dan 09, turut terendam.

Luapan Sungai Karangan disebut sebagai penyebab utama banjir. Hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat debit air meningkat. Situasi makin memburuk akibat tambahan aliran dari hulu Sungai Pelawan yang mempercepat kenaikan volume air.

Di tengah situasi tersebut, polisi dan pemerintah desa bergerak cepat. Personel Sub Sektor Karangan bersama aparat desa mengevakuasi warga yang rumahnya tergenang cukup dalam menggunakan perahu karet.

Sebanyak 4 KK berhasil dievakuasi pada Minggu malam, masing-masing 1 KK dari Karangan Dalam dan 3 KK dari Karangan Seberang. Mulai Senin (8/12), penanganan diperluas. Polsek Sangkulirang bersama Pemerintah Kecamatan Karangan mendirikan Posko Siaga Banjir di Pol Sub Sektor Karangan.

Tenda dapur umum juga disiapkan di dua desa untuk memenuhi kebutuhan logistik warga. Jajaran kepolisian akan terus berjaga di area terdampak. “Personel kami terus melakukan patroli dan pemantauan di titik-titik rawan serta membantu evakuasi warga. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan posko dan dapur umum bisa berfungsi maksimal,” ujarnya.

Dia meminta warga tidak mengambil risiko berlebihan. “Keselamatan adalah yang utama. Jika air naik dan membahayakan rumah, kami siap membantu proses evakuasi kapan pun,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto memastikan dukungan penuh bagi warga terdampak. “Kami telah menyiapkan bantuan sembako dan mengerahkan personel untuk mendukung penuh proses evakuasi serta kebutuhan warga di posko. Polres Kutim berkomitmen hadir dan membantu masyarakat seoptimal mungkin,” tegasnya.

Meski air belum menunjukkan penurunan signifikan, mayoritas warga masih memilih bertahan di rumah sambil menunggu perkembangan.

Aparat gabungan tetap melakukan pemantauan setiap dua jam untuk mengantisipasi kenaikan debit air susulan. (*)

Editor : Dwi Restu A
#banjir #karangan #evakuasi #kutim